Saat Mengemis Jadi Gaya | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Saat Mengemis Jadi Gaya

142 kali dilihat

Dari judul kita diatas, mungkin ada dari kita yang heran. Kok mengemis tapi gaya-gayaan. Apa hubungannya?. Hey jangan salah kawan, dijaman yang modern ini banyak orang diluar sana yang justru menjadikan pekerjaan mengemis sebagai gaya hidup, dan atau mereka mengemis demi bisa mendapatkan hidup yang bergaya. Mereka tanpa malu menjadikan diri mereka bahan belas kasih orang. Mereka tampil seakan-akan sebagai yang sangat menderita, sehingga mereka sampai perlu mengemis demi bertahan hidup. Tapi semua itu hanya pura-pura saja alias kamuflase. Nyatanya mereka hidup mewah dari hasil mengemis yang mereka lakukan. Kenapa bisa dibilang mewah karena penghasilan mereka nyatanya lebih banyak bahkan dari para pekerja kantoran sekalipun.

Fakta telah terkuak bahwa mereka bisa membangun rumah megah nan mewah dikampung mereka. Ada dari mereka yang bahkan sampai bisa plesiran ke mal-mal besar untuk menghambur-hamburkan uang yang mereka dapat dari hasil mengemis. Mereka sama sekali nggak kekurangan dalam hidupnya. Bahkan karena “kesuksesan” mereka dalam mengemis, akhirnya mereka juga menurunkan pekerjaan warisan kepada anak-anak mereka.

Kawan, sehubungan dengan hal ini tahukah kita bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wasallam dahulu pernah bersabda, (yang artinya), “Seseorang senantiasa meminta-minta kepada orang lain sehingga ia akan datang pada hari Kiamat dalam keadaan tidak ada sekerat daging pun di wajahnya” (Hr. Bukhari Muslim)

”Sungguh, jika seorang diantara kamu sekalian mengambil tali, kemudian membawa seikat kayu bakar di atas pundaknya yang karenanya Allah mencegah wajahnya (dari meminta-minta), itu lebih baik baginya daripada meminta-minta kepada orang-orang, baik mereka memberinya atau menolaknya.” (HR. Bukhari Muslim)

Didalam hadist lain beliau juga bersabda, (yang artinya), “Barang siapa meminta-minta kepada orang lain tanpa adanya kebutuhan, maka seolah-olah ia memakan bara api” (Hr. Ahmad)

Pekerjaan mengemis karena ingin hidup mewah, dan lalu kita menipu orang tersebut nyatanya harta yang kita dapatkan tidaklah justru akan membaikkan kita. Pun nggak juga membahagiakan kita. Karena Allah nggak ridho dengan semua itu.

Jika kita mau cuek dan tetap lanjut dengan aktivitas kita tersebut, itu adalah pilihan kita. Namun aturan Allah tetap akan jadi aturan bagi kita. Dan sayangnya kita justru akan mendapatkan kejelekan dari harta kita karena nyatanya Allah nggak suka dengan apa yang kita lakukan tersebut.

Tapi jika kita mau berubah dan belajar bersyukur dan bekerja dengan keringat kita sendiri sehingga kita nggak melakukan pekerjaan mengemis hanya demi bisa bergaya, InshaAllah dengan itulah kita bisa mendapatkan kebahagiaan kita kembali. Karena kebahagiaan bukan terletak pada segudang harta kita, melainkan hati yang senantiasa mengingat Allah, hati yang penuh syukur dengan rejeki yang kita terima. Dengan begitu kita nggak lagi gampang tergoda dengan gemerlap dan kemewahan dunia yang kadang bisa membuat kita menghalalkan segala cara demi bisa mendapatkannya. Salah satunya adalah dengan acara mengemis tadi.  

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE