Saatnya Lawan Rasa Malas | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Saatnya Lawan Rasa Malas

557 kali dilihat

Malas, sifat satu ini adalah salah satu sumber kegagalan yang banyak dialami banyak orang. Apalagi di zaman yang semaju sekarang ini. Rasa malas yang masih juga kita pelihara, itu sama saja dengan menggali lubang kubur kita sendiri.

Seorang wanita bisa memberi peran yang banyak dalam satu waktu. Bahkan ada sebutan bahwa “wanita adalah tiang negara”. Wanita punya peran yang sangat penting tidak hanya dalam keluarga, tapi juga dalam masyarakat bahkan negara sekalipun. Lalu, bagaimana cerita selanjutnya, kalau para wanita malah berakrab dengan rasa malas dalam melakukan kewajiban, tidak fokus, pola hidupnya berantakan, tidak punya motivasi diri yang tangguh, intinya malas untuk melakukan apapun. Bisa  dipastikan, kesemrawutan akan hadir dimana-mana.

Mirip seperti pisau yang tajam yang akhirnya tumpul juga karena malas mengasahnya. Mereka yang berbakat, akhirnya ketinggalan jaman juga. Karena kalau bakat saja tapi tidak diiringi dengan kemampuan mengikuti jaman karena rasa malas, maka semua bakat juga akan percuma saja. Mereka yang sangat kaya, akhirnya akan jatuh miskin karena sifat malasnya yang tidak mau bekerja.

Untuk itu sebelum kita maju, dan berharap selangkah lebih maju, membawa perubahan, dan atau melakukan perubahan, hal yang pertama harus kita lakukan adalah belajar mendidik diri agar tidak bersifat malas. Agar membenci rasa malas, dan bisa memahamkan diri dengan tegas, pada diri kita tentang kerugian kalau kita bersikap malas.

Waktu tidak akan menunggu kita berubah, teman. Waktu akan terus berjalan, meninggalkan kita, tidak perduli kita sudah lebih baik atau belum. Dan sebagai muslimah, seharusnya kita tahu kalau Allah sendiri bahkan telah memperingatkan kita tentang pentingnya memanfaatkan waktu untuk kebaikan hidup kita.

Demi masa. Sesungguhnya manusiaitu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakanamal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehatmenasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr: 1-3)

Zaman semakin berubah, kitapun harus berubah, menjadi lebih baik tentunya. Walaupun mungkin belum bisa menjadi yang paling depan, tapi paling tidak tunjukkan pada diri kita tentang kualitas kita, yang pantas kita banggakan karena setiap hari bisa membuat perubahan. Buat diri kita bangga karena berhasil mendidik diri menjadi lebih baik dari hari ke hari. Semangat menghapus rasa malas kita.

Allohumma innii a’uudzubika minalhammi wal hazan wa a’uudzubika minal ’ajzi walkasai, wa a’uudzubika minal jubniwa bukhli, wa a’uudzu bika min gholabatid-daini wa qohrirrijaal.

“Ya Allah ya Tuhan kami, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu daripada keluh kesah dan duka cita, aku berlindung kepada-Mu dari lemah kemauan dan malas, aku berlindung kepada-Mu daripada sifat pengecut dan kikir, aku berlindung kepada-Mu daripada tekanan hutang dan kezaliman manusia.” (HR Abu Dawud)






 

Writer : Ratna P Sari

Editor : BL




RELATED ARTICLE