Sabar, Lagi Puasa! | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Sabar, Lagi Puasa!

183 kali dilihat

Bulan ramadhan adalah bulan penuh berkah. Di bulan ini, kita juga berpuasa lahir dan batin, biar makin dekat dengan Allah. Kita dilarang makan dan minum dari terbit fajar sampai terbenam matahari, selain juga menahan nafsu-nafsu kita yang kalau dihari biasa biasa dilepas kemana-mana. Salah satunya adalah nafsu buat marah-marah, entah itu gara-gara saat kecewa, sedih, protes, tertekan, dan lain sebagainya?

Apakah marah itu salah? Sebenarnya sih nggak. Karena toh rasa-rasa begitu adalah manusiawi, yang artinya pasti semua orang punya. Tapi Allah dengan aturanNya ingin memuliakan kita. Kita justru dibuat untuk jadi manusia nggak biasa alias luar biasa, karena nggak hanya sekedar punya sifat manusiawi lalu kita melakukannya, tapi kita juga belajar mengendalikannya.

Karena eh karena, nyatanya kalau nafsu manusiawi itu nggak kita kendalikan, maka dia yang akan mengendalikan kita. Dia akhirnya jadi jati diri kita, dan sifat keseharian kita. Tapi sayangnya, kita jadi manusia minus yang hidupnya jadi acak-acakan nggak karuan. Karena nafsu itu isinya suka-suka tentang hal dunia, dan alergi banget kalau soal urusan kebaikan apalagi yang berkaitan dengan persiapan kehidupan akhirat kita. Halal haram dalam pandangan nafsu, juga nggak jadi masalah. Yang penting serba suka-suka saja.  

Selanjutnya kita akan jadilah kita jadi manusia yang rusak, nggak tentu arah, dan yang dijauhi oleh orang-orang termasuk yang kita sayangi.

Alah Ta’ala berfirman, (yang artinya), “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS. Ali Imran: 159)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: “Wahai Aisyah, sesungguhnya Allah itu Maha Lembut, Dia mencintai sikap lemah lembut. Allah memberikan pada sikap lemah lembut sesuatu yang tidak Dia berikan pada sikap yang keras dan juga akan memberikan apa-apa yang tidak diberikan pada sikap lainnya.” (HR. Bukhari Muslim)

Kawan, berlemah lembutlah. Karena nggak ada guna mengumbar marah-marah, walaupun kita sangat pengen marah. Karena yang ada masalah kita pasti bakal nambah. Paling nggak satu saja masalah pasti jadi timbul gara-gara kita yang marah-marah.

Apalagi judulnya kita lagi puasa. Walaupun memang susah banget, tapi kita yang benar-benar beriman sebenarnya sedang di didik oleh Allah buat bisa mengalahkan nafsu kita. Dan kalau kita benar-benar beriman, kita seharusnya ikut dan nurut apa yang diperintahkan Allah untuk tetap bersikap lemah lembut walau ada orang yang memancing kita buat bisa marah dengan perbuatannya yang nggak menyenangkan kita.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa, maka janganlah berkata-kata kotor, dan jangan pula bertindak bodoh. Jika ada seseorang yang mencelanya atau mengganggunya, hendaklah mengucapkan: sesungguhnya aku sedang berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kawan, walaupun susah, tapi kalau cinta kita ke Allah itu kuat, maka InshaAllah akan lebih mudah bagi kita untuk menahan nafsu kita, salah satunya dari aktivitas marah-marah, terutama di bulan puasa ini. Dan setelah nanti puasa kita berakhir, InshaAllah kita pun akan menjadi pribadi yang lebih damai tenang dan lebih kuat dari sebelumnya, karena kita berhasil jadi pengontrol nafsu kita yang punya potensi banget buat bisa merusak hidup kita, kalau kita nggak berhasil menaklukkannya.

Dan berkaitan dengan hal itu, inilah pesan Rasul kita yang semoga bisa mengingatkan kita semuanya untuk bisa lebih lemah lembut lagi, dan bisa banget berupaya meninggalkan acara marah-marah, terutama di bulan puasa ini. Beliau shalallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Yang namanya kuat bukanlah dengan pandai bergelut. Yang disebut kuat adalah yang dapat menguasai dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

(NayMa)

 



RELATED ARTICLE