Satu Hati, Dua Rasa | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Satu Hati, Dua Rasa

585 kali dilihat


(Diaryhijaber.com) - 

Cieee, yang lagi in love.... :) :)

Liat deeeh, hari hari matanya tuh ada gambar hati gede gede gitu, ya nggak sih?? hee... trus ntar pas ketemu ama yang di suka, nggak ada istilah ngomongnya tuh jadi tertata, rapi dan unyu gitu. Yang ada semua jadi acakadul dan berantakan kaya anak bayi habis maem. :)

Cinta cinta cinta... 

Satu hal ni yang paling bisa buat galau terutama diusia kita inih. Secara, kita bakal ngerasain yang namanya PDKT, salting dan deg deg an. Rasanya lebih buat keringetan dari pada pas kita mau di stop pak polisi gara gara nggak bawa SIM. 

Tapi giliran ntar tau kalo si dia ternyata nggak gitu ngasih respon balik, heh.. bisa diliat deh, itu hati rasanya... kaya cabe yang diulek pas mau buat sambel, tapi karena nguleknya susah, diblender aja deh tuh. Ancuur leburr, mamaa!! 

Rasa nyesek juga bakal dirasain sama mereka yang putus cinta. Kepengen nangis, marah, mecahin kaca, ngaca dulu sebelum mecahin kaca :), sebel, benci, keseel dan kecewa nyampur jadi satu. Hari hari jadi kebawa jutek, bete dan nggak aseg lagih. 

Cinta ooh cinta...

Say, cinta ke sesama manusia emang kadang suka lebay. Ya nggak sih? Karena itu teladan terkeren kita, Rasulullah salallahu 'alaihi wassalam berpesan,

“Cintailah kekasihmu sewajarnya, karena bisa jadi suatu saat dia akan menjadi seorang yang engkau benci. Dan bencilah orang yang engkau benci sewajarnya saja karena bisa jadi suatu saat dia akan menjadi kekasihmu” 

(HR Tirmidzi)

Yang begini emang kebukti kejadian lho. Cinta bisa jadi benci. Dan benci, eh bisa kebolak balik jadi cinta. Hati manusia emang kadang suka labil dan nggak bisa diprediksi dengan pasti.

Dan setiap manusia cuma punya satu hati, yang hanya cukup di isi oleh satu cinta tertinggi. Seperti Nabi Muhammad yang begitu sangat mencintai Khadijah ra, walaupun beliau sendiri telah tiada. 

"Suatu kali ‘Aisyah r.a berkata pada Rasulullah SAW setelah beliau menyebut-nyebut Khadijah, “Seakan-akan di dunia ini tak ada wanita lain selain Khadijah” Maka beliau berkata kpd ‘Aisyah, “Khadijah itu begini & begini.” 

(HR. Bukhari)

Namun cinta kepada istrinya ini, nggak mampu ngalahin dan nandingin rasa cinta beliau kepada Allah Subhanahu wata'ala. Cinta yang sejati, yang utama, tertinggi dan sebenar benarnya cinta.

Lalu gimana cara kita agar juga bisa cinta sama Allah lebih dari cinta kita ke manusia?? 

"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." 

(QS. Ali Imran: 31)

Kawan, kita memang punya satu hati. Kita memang punya rasa cinta ke manusia, tapi rasa cinta itu jangan ampe lebih dari cinta kita ke Allah. Bahkan untuk sekedar sejajarpun, Allah pun ngelarang kita melakukan itu.

"Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. 

(QS. Al-Baqarah : 165).

Katakanlah: "Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. 

(TQS. At-Taubah : 24)

Nggak gampang emang mewujudkan kasih sayang ke Allah sebagai yang utama. Apalagi kita hidup ditengah jaman yang godaan lahir batinnya tuh kadang nggak pake nanggung. Tapi percaya deh, justru kalo kita mencintai manusia dan hal hal dunia dengan berlebih, apapun dan siapapun itu, ada hal yang kudu kita siapkan yaitu "rasa kecewa". Kecewa itu pasti muncul ketika ke-tidaksempurnaan-nya itu, entah kapan, kesenggol ama kita. 

Tapi kalo cinta kita ke Allah sebagai yang utama, bu' ... Allah maha sempurna, maha benar, maha menepati janji dan nggak mungkin ngecewain kita. Satu satunya yang nggak mungkin ngecewain kita. 


(NayMa/Diaryhijaber.com)




RELATED ARTICLE