Saya Kurang Piknik | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Saya Kurang Piknik

122 kali dilihat

Seringkali kita merasa bahwa hari-hari kita sangat cepat sekali berjalan. Hal ini karena kita yang sangat sibuk dengan berbagai kegiatan. Baru saja melihat pagi, eh nggak terasa sudah sore lagi. Dan selanjutnya malampun tiba, lalu besoknya sudah ganti hari lagi. Begitu saja seterusnya, dan selanjutnya.

Kita kadang nggak terlalu menyadari bahwa kadang badan kita lelah dan memberi efek yang kurang sehat juga pada kondisi iman dan mental kita. Tapi kita berasa cuek saja karena begitu banyaknya tuntutan tugas yang harus kita lakukan.

Tapi seperti sebuah gelas yang akan tumpah jika terus menerus diisi oleh air, maka seperti itu pula diri kita. Akan ada titik dimana kita merasa sudah tidak kuat lagi, dan lalu kita harus jeda sebentar.

Jika memang kondisinya sudah seperti itu, maka jangan dilawan apa yang telah kita rasakan tersebut. Karena memang badan dan jiwa kita memiliki hak untuk istirahat. Dia juga memiliki hak untuk disenang-senangkan. Maka sebagai pemimpin yang baik bagi diri kita, baiknya memang kita memutuskan untuk berhenti sebentar dari rutinitas harian kita, lalu beralih ke sebuah kegiatan yang bisa membuat kita merasa lebih segar dan bersemangat lagi.

Sahabat Abu Darda’ ra. menyatakan: “Sungguh, saya menyegarkan jiwa saya dengan melakukan sebagian sendau-gurau atau permainan yang dibolehkan, agar saya kembali giat dalam melaksanakan kebaikan.” Sedangkan Imam Ali ra. Juga pernah menyampaikan “Rehatkan hati kalian, karena hati juga merasa bosan sebagaimana jiwa kalian merasa capek dan bosan.”

Kawan, Islam mengajarkan kita untuk hidup seimbang. Kita bekerja, tapi juga ada waktunya untuk beristirahat, bahkan untuk sekedar bercanda atau bergurau dengan teman. Dulu Rasul pun juga melakukannya dengan sahabat-sahabat beliau. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. berkata: “Para sahabat bertanya; Wahai Rasulullah, Engkau bercanda dengan kami? Beliau menjawab: “Sesungguhnya saya tidak berkata kecuali kebenaran.” (HR. At-Tirmidzi)

Jadi siapkan diri kita untuk sebuah liburan dan rehat sebentar ketika kita telah merasa bosan dan jenuh. Jangan paksa diri kita dengan beban yang sudah tidak mampu kita pikul. Beri dia jeda sebentar, sebelum akhirnya diri kita ini bisa melangkah lagi dan bekerja kembali menghadapi begitu banyak masalah dan tugas di hari-hari kita ini. Agar semangat bisa datang kembali dan kualitas aktivitas kita akhirnnya bisa membaik lagi. Setuju?

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE