Selalu Ada Saja Yang Benci | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Selalu Ada Saja Yang Benci

116 kali dilihat

Kadang walaupun niat kita sudah ingin cuek dengan apapun komentar orang yang negatif tentang diri kita, tapi dasar telinga kita masih normal, maka jadilah kita tetap saja mendengarkan semua komentar itu. Akhirnya acara galau ria pun terjadi lagi dan mau nggak mau harus sedih dan bad mood lagi.

Inilah yang mungkin banyak terjadi pada diri kita, kawan. Kita yang terlalu banyak memikirkan banyak komentar orang walaupun sudah dipaksakan buat nggak fokus ke situ, tapi tetap saja kita balik ke situ. Kita lupa bahwa di dunia ini, kita pasti punya pembenci seperti halnya kita yang juga memiliki seseorang yang menyukai kita. Bahkan sekelas Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam pun tetap bertemu dengan Abu jahal, yaitu orang Kafir yang sangat benci sekali kepada beliau.

Semua di dunia ini memang diciptakan berpasang-pasangan. Ada siang ada malam, ada sedih ada senang, begitupun ada yang suka pasti juga ada yang benci. Dan lalu tentang bagaimana sikap kita? Ada baiknya sebagai seorang muslimah, kita mencontoh teladan kita dalam bersikap menghadapi orang yang membenci beliau. Rasul kala itu malah menyebut Abu Jahal dalam salah satu doa beliau (yang artinya), “Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah seorang dari dua orang yang lebih Engkau cintai; Umar bin Khattab atau Abu Jahal bin Hisyam”.

Rasul tetap saja mendoakan Abu Jahal, walaupun pada Akhirnya Umar yang menjadi pilihan Allah untuk mendapatkan hidayahnya.

Kawan, kitapun sebenarnya bisa mencontoh teladan mulia Rasul kita tersebut, selama hati kita nggak dikuasai oleh emosi, dan nafsu kebencian yang membabi buta. Jika kita berpikir dengan kasih sayang, maka yang timbul dan keluar dari kita juga adalah kasih sayang. Lalu mengapa kita nggak berkasih sayang?

Dan satu hal lagi yang kita juga harus ingat, bahwa kita ini adalah juga manusia yang nggak sempurna sama sekali. Dan ditambah lagi sayangnya kejelekan kita itu hanya orang lain yang bisa melihat dan merasakannya. Kadang diri kita sendiri justru nggak sadar sama sekali tentang kekurangan kita itu. Maka dari itu jika ada pembenci yang datang kepada kita ada baiknya kita banyak-banyak introspeksi diri, karena mungkin justru kebencian itu bukan karena orang lain sekedar ingin membenci atau iri hati kepada kita, melainkan kekurangan kitalah yang memantik sehingga kebencian itu dihadirkan buat kita. Atau ibarat peri bahasa bilang, “tidak ada asap bila tidak ada api”

Dengan banyak introspeksi diri, berarti kita telah memberikan keadilan dalam menilai sikap orang lain. Kita nggak sekedar mengedepankan emosi dan prasangka kepada mereka, yang belum tentu benar adanya. Selain itu, kita juga akan belajar lebih luas hati dan tahu diri serta belajar untuk lebih bisa “membaca” diri, sehingga kedepannya, kebencian orang atas kita itu bisa kita minimalisir lagi. InshaAllah

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE