Seperti Apakah Sebenarnya Kehidupan di Alam Kubur? | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Seperti Apakah Sebenarnya Kehidupan di Alam Kubur?

431 kali dilihat

Kehidupan kita ini sebenarnya bermuara hanya pada satu hal saja, kematian. Semua dari kita akan merasakan dan mengalami hal yang berupa kematian tersebut. Hal ini seperti yang telah tertulis di dalam Al-Qur’an, (yang artinya), Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian. Dan kami benar-benar akan menguji kalian dengan kejelekan dan kebaikan, dan kepada kamilah kalian akan dikembalikan.” (QS. Al Anbiyaa’: 35).

Bagi manusia yang telah mati, maka selesailah kehidupannya. Ia akan meninggalkan semua keluarga, harta, dan urusan dunianya. Yang tersisa, hanyalah tentang tiga hal saja. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu) sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh. (HR. Muslim).

Ya, kita semua adalah calon-calon penghuni alam kubur. Dan di sanalah kehidupan hakiki di mulai. Barang siapa yang berhasil di alam kubur, maka setelahnya lebih mudah. Barang siapa yang tidak berhasil, maka setelahnya lebih berat.

Dari Aisyah Radhiallahu ‘anha, ia berkata, “Suatu ketika ada dua orang tua dari kalangan Yahudi di Madinah datang kepadaku. Mereka berdua berkata kepadaku bahwa orang yang sudah mati diadzab di dalam kubur mereka. Aku pun mengingkarinya dan tidak mempercayainya. Kemudian mereka berdua keluar. Lalu Nabi shallallahu’alaihi wa sallam datang menemuiku. Maka aku pun menceritakan apa yang dikatakan dua orang Yahudi tadi kepada beliau. Beliau lalu bersabda: ‘Mereka berdua benar, orang yang sudah mati akan diadzab dan semua binatang ternak dapat mendengar suara adzab tersebut’. Dan aku pun melihat beliau senantiasa berlindung dari adzab kubur setiap selesai shalat. (HR. Bukhari).

Bahkan Adzab di kubur itu nyata adanya. Rasulullah SAW pun sudah memberikan penjelasannya kepada kita. Selain itu orang kepada orang yang telah mati tersebut, akan juga diperlihatkan tempat tinggalnya nanti pada pagi hari, yakni antara waktu fajar dan terbit matahari, serta waktu sore, yakni antara waktu dzhuhur hingga maghrib. Apabila ia termasuk penghuni Jannah, akan diperlihatkan tempat tinggalnya di Jannah, dan apabila ia termasuk penghuni Naar, akan diperlihatkan tempat tinggalnya di Naar.

Akan datang juga kepadanya dua malaikat, yaitu malaikat Munkar dan Nakir, yang akan bertanya tiga pertanyaan.

Pertanyaan pertama, “Man Robbuka? (Siapakah Robbmu?).

Kedua, “Wa maa diinuka?(apakah agamamu?).

Ketiga, “Wa maa hadzaar rujululladzii bu’itsa fiikum?” (dan siapakah orang yang telah diutus di antara kalian ini?).

Karena itu Hijabers, mari kita persiapkan sebaik-baiknya amal yang akan kita bawa untuk kehidupan abadi kita kelak, dan jangan hanya sibuk dengan kehidupan dunia yang fana dan sementara saja. Serta tak lupa untuk kita agar senantiasa berlindung kepada Allah dari siksa kubur ketika kita telah mati nanti, dengan do’a yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini. “Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabil qobri, wa ‘adzabin naar, wa fitnatil mahyaa wal mamaat, wa syarri fitnatil masihid dajjal [Ya Allah, aku meminta perlindungan kepada-Mu dari siksa kubur, siksa neraka, penyimpangan ketika hidup dan mati, dan kejelekan Al Masih Ad Dajjal. (HR. Muslim).



RELATED ARTICLE