Setelah Ramadhan Pergi, Yuk Kita Perbanyak Mengerjakan Sunnah | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Setelah Ramadhan Pergi, Yuk Kita Perbanyak Mengerjakan Sunnah

549 kali dilihat

Ramadhan telah berlalu, idul fitri juga telah kita lalui. Harapannya, semoga kita sekarang menjadi manusia yang lebih baik lagi. Karena dua momen penting itu pastinya telah memberikan pelatihan kepadakita, bukan hanya dalam hal fisik, tapi terutama bagi ruhiyah kita.

Dan kini, hari-hari biasa akan kita lalui sampai penghujung tahun nanti. Semoga tidak hanya sekedar sisa ketaatan yang masih ada di dalam diri kita, melainkan malah adanya sebuah pribadi yang baru, yang semakin ingin belajar memperbaiki dan taat kepada Allah Ta’ala.

Karena itu, tidak ada salahnya jika kita melanjutkan kebiasaan menjalankan ibadah sunnah dan banyak kebiasaan baiklainnya yang biasa kita rutinkan selama Ramadhan kemarin. Karena seperti halnya tanaman yang akan tumbuh hijau bila dirawat dengan baik, maka hati pun perlu tetap dijaga ke istiqomahnya agar tetap bening dan mendamaikan.

Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata,

Setelah bulan Ramadhan dan setelah kaum muslimin mengerjakan sejumlah ibadah kepada Allah di bulan itu, bisa jadi sebagian manusia melemah semangatnya untuk beramal shalih. Karena setan selalu menunggu kesempatan untuk dapat menjerumuskan hamba-hamba Allah dan menghalangi mereka dari jalan yang lurus dengan segala cara, dan sungguh ia telah bersumpah untuk mendatangi anak Adam dari arah depan, belakang, kanan dan kiri seraya berkata:

“Sungguh aku benar-benar akan menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus.” (Al A’raf:16).

Akan tetapi orang yang berakal, apabila ia melihat dengan ilmu dan mengambil pelajaran maka ia pun mengetahui bahwa tidak boleh putus amal shalih kecuali dengan kematian, berdasarkan firman Allah Ta’ala:

 “Dan beribadahlah kepada Rabbmu sampai datang kepadamu kematian.” (Al-Hijr: 99).

Hijabers, jangan sampai di hidup kita yang hanya sekali ini, tapi kita rela menjadi korban dari sumpah sumpah setan yang menyesatkan. Walaupun berat dan tidak gampang, tapi seorang muslimah sejati pastinya mengerti bahwa setiap detik dan nafas kita adalah anugerah yang wajib untuk disyukuri. Karena itu, setiap hari pula kita perlu untuk tetap taat sebagai salah satu wujud dari syukur kita kepada Allah Ta’ala.

Seperti yang telah dicontohkan pula oleh banyak para sahabat Rasulullah SAW dahulu, dimana enam bulan pasca Ramadan mereka masih bersedih memikirkan kepergian Ramadan. Mereka juga tetap merutinkan ibadah wajib dan sunnah mereka, seraya selalu memohon dengan sungguh-sungguh agar amalan ibadah selama sebulan penuh itu diterima oleh Allah SWT. Sedangkan di paruh tahun sisanya, mereka kembali bergembira, bersiap diri menyambut kehadiran Ramadan, bulan mulia yang selalu mereka rindu. Begitulah siklus hidup para orang shalih terdahulu tersebut.

Hijabers, kitapun harus mencontoh apa yang telah mereka lakukan. Mari berlomba-lomba untuk menambah syukur kita, menanam kebaikan dan panen pahala dengan tetap belajar untuk selalu istiqomah dalam menjalankan ibadah wajib dan sunnah kita. Agar Allah selalu melimpahkan rahmatnya kepada kita, dan semakin menyayangi kita. Karena tidak ada yang lebih baik dan lebih mendamaikan dari pada semua itu, bukan?

 






Writer : Ratna P Sari

Editor : BL



RELATED ARTICLE