Silaturahmi Tidak Hanya Sewaktu Lebaran | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Silaturahmi Tidak Hanya Sewaktu Lebaran

586 kali dilihat


Banyak cara agar hubungan sesama manusia kita tetap dekat dan akrab. Salah satunya adalah dengan merutinkan silaturahim. Acara silaturrahim ini bukanlah adat istiadat, namun ia merupakan bagian dari syariat. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman di dalam Al Quran yang artinya :

“Sembahlah Allah dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Serta berbuat baiklah kepada kedua orangtua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman, musafir dan hamba sahaya yang kalian miliki. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS.An-Nisa’: 36)

Allah menjanjikan kebaikan dari silaturahim atau memelihara hubungan kekeluargaan ini, yaitu berupa panjang umur dan keluasan rizki. Hal ini disampaikan oleh RasulNya yang mulia. Beliau Salallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda yang artinya :

“Barang siapa menginginkan untuk diluaskan rizkinya serta diundurajalnya, hendaklah ia bersilaturrahim”. (HR.Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik)

Di hari raya idul fitri seperti sekarang ini, kita pasti banyak yang sibuk untuk mempersiapkan acara silaturahim ke banyak keluarga, kerabat, ataupun tetangga. Dan alangkah baiknya jika menilik kembali hikmah kebaikan dari sebuah silaturahim seperti yang disampaikan Rasulullah SAW tadi, maka diharapkan silaturahim tidak hanya dikhususkan atau berhenti pada momen idul fitri saja. Setelahnya, semoga menjadi pembelajaran bagi kita, agar banyak kebaikan datang kepada diri kita, dan banyak orang-orang yang akan lebih menyayangi kita karena kegemaran kita bersilaturahim.

Hijaber, tahukah kita bahwa Rasulullah Salallahu‘alaihi Wa Sallam juga mengabarkan tentang keadaan orang yang tidak pandai menjaga silaturahim ini. Keadaannya sungguh menyedikan dan merugi. Dari Jubair bin Muth’im bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda yang artinya :

“Tidak akan masuk surga pemutus (silaturrahim).” (HR.Bukhari dan Muslim)

“Barang siapa menyambungmu (silaturrahmi) maka Aku akan bersambung dengannya, dan barang siapa memutusmu (silaturrahmi); maka Aku akan memutuskan (hubungan) Ku dengannya.” (HR. Bukhari dari Abu Hurairah)

Semoga kita tergolong hamba-hamba Allah yang beruntung di dunia, dan tidak merugi di akhirat karena pandai menjaga silaturahim. Semoga Allah senantiasa membuka hati kita, melembutkan pikiran kita, dan menambah semangat diri kita guna menjemput banyak kebaikan dari kegiatan silaturahim ini. Semoga hari-hari setelah Ramadhan ini, kita dengan mudah tergerak untuk merutinkan kembali acara silaturahim, demi ridho Allah pada diri kita. Aamiin.




Writer : Ratna P Sari

Editor : BL




RELATED ARTICLE