Sisi Lain dari Merokok dalam Islam | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Sisi Lain dari Merokok dalam Islam

568 kali dilihat

Ketika seseorang mengatakan secara terang- terangan dan serius kepada kita, bahwa dia akan membunuh kita, maka apa yang akan kita lakukan? Langkah awal yang akan kita ambil pastinya mengamankan diri entah dengan melapor kepada polisi, atau berusaha menjauhi orang tersebut secepatnya. Karena pikiran kita pasti akan berkata “untuk apa berurusan dengan orang yang berbahaya dan membahayakan diri kita sendiri.”

Hal serupa seharusnya juga berlaku di dalam hal fenomena merokok yang sudah ada mungkin sebelum kita lahir. Hijabers, Dijaman sekarang, pastinya kita bisa melihat bahwa dibungkus- bungkus rokok, bahkan telah tertulis “merokok membunuhmu.” Namun anehnya, dengan peringatan yang jelas- jelas diberikan bahwa rokok tersebut akan pelan- pelan membunuh kita, namun kita tetap berakrab- akrab dengannya dan atau menjadikan dia bagian dari keseharian kita. Pertanyaannya, jika ada pilihan untuk sehat, kenapa harus menganiyaya diri sendiri, kawan? Sejahat itukah kita pada diri kita sendiri?

Allah Ta’ala berfirman, “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan“. (QS. Al Baqarah: 195).

Hijabers, tubuh kita ini bukanlah milik kita yang bisa kita perlakukan seenak hati kita. Tubuh kita adalah titipan nikmat dari Allah yang pasti akan dimintai pertanggungan jawabnya kelak. Dan ketika hari itu tiba, apa yang harus kita katakan kepada Allah kelak sebagai bentuk tanggung jawab kita? Ataukan kita hanya bisa menunduk karena malu dan tidak tahu harus menjawab apa? Pertanyaannya, kenapa kita harus membuat malu diri sendiri, kawan?

Selain itu, kita juga memiliki keluarga yang sangat menyayangi kita. Mereka akan merasa sedih juga ketika melihat kita sakit, bukan? Kenapa kita harus berlaku egois kepada mereka, dengan memilih hal yang merusak diri kita, dengan alasan “karena kita senang melakukannya”. Tidakkah kita berfikir juga, bahwa kehadiran kita dengan tubuh yang sehat bisa mendampingi mereka yang menyayangi kita untuk jangka waktu yang lebih lama?

Hidup sehat itu bukan datang tiba- tiba, melainkan hasil dari sebuah usaha dan tekat yang kuat. Jika kita sudah jelas- jelas mengerti dan bahkan menyaksikan sendiri efek dari bahayanya, kenapa harus tetap membiarkan diri kita melakukan hal tersebut berulang- ulang? Bukankah kita adalah pemimpin yang baik untuk diri kita sendiri?

Semoga semua jawaban dari pertanyaan itu bisa jadi bahan perenungan bagi diri kita semua, yang ingin belajar lebih baik. Aamiin.



RELATED ARTICLE