Sudahlah, Dia Bukan Jodohmu | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Sudahlah, Dia Bukan Jodohmu

365 kali dilihat

Cinta, perkara yang susah diungkapin tapi rasanya dalam banget. Dia bisa bawa bahagia tapi juga sebaliknya. Dan kalau kesedihan itu udah atas nama cinta, kadang akal manusia udah susah diajak kompromi. Jadilah, patah patah hati, sakit hati, bahkan dendam bisa menguasai hati seseorang.

Apalagi kalau judulnya cinta yang nggak kesampaian. Seseorang yang kita cintai ternyata memilih hidup dengan orang lain alias nggak jadi milik kita lagi. Kitapun Cuma bisa mengikhlaskan sambil ngusap air mata dan puk puk diri sendiri.

Tahun berlalu, waktu berganti, tapi kita tetap saja nggak bisa move on dari kenangan itu. Rasanya cuma dia satu-satunya orang yang bisa kita cintai dan kita harapkan jadi milik kita. Pikiran mengajak kita berpikir logis, tapi hati tetap kekeh cuma mau dia aja, dan nggak mau yang lain lagi. Kitapun semakin larut dalam kesedihan dan bahkan nggak jarang menyakiti diri sendiri.

Bagi yang masih bisa mengkontrol, mereka hanya akan menyimpan semua itu sendiri. Namun bila perasaan itu sudah overload dan dia nggak bisa menguasai diri lagi, maka dendam akan menjadi bagian dari hari-harinya. Rasanya hidupnyapun semakin rumit karena masalah cinta.

Kawan, sebenarnya nggak perlu juga kita buat rumit apalagi sampai nyiksa diri gitu. Bukankah cinta itu anugrah, dan anugrah itu seharusnya indah. Karena itu, agar terlihat indah, maka munculkan cinta yang kita punya hanya karena Allah. Maksudnya, kita mencintai seseorang karena kecintaannya kepada Allah. Dan kita mencintai seseorang dalam rangka beribadah kepada Allah. Akhirnya dengan cinta itu, justru kita akan lebih tenang, damai dan adem, karena kita juga merasa lebih dekat ke Allah. Dengan kata lain, kita nggak sekedar berurusan dengan cinta kita sebagai manusia biasa, yang kadang kitapun rancu itu cinta atau hanya nafsu.

Cinta karena Allah juga bakal nuntun kita buat tetap adem, kalau ternyata orang yang kita cintai ternyata bukan jodoh kita. Karena iman kita bilang, kalau Allah pasti beri yang terbaik buat kita. Dan kalau dia nggak berjodoh dengan kita, berarti kita bukan yang terbaik buat dia, dan dia bukan yang terbaik buat kita. Setelah itu, hati kita pun akan tetap ringan melangkah. Nggak ada tuh lalu kasus patah hati termehek-termehek, naik menara sambil nangis-nangis, atau bunuh diri dengan nyakitin diri.

Selanjutnya, hati juga gampang diajak move on, hidup juga lebih santai karena hati dan pikiran kita dipimpin oleh iman yang mantab dan percaya bahwa semua telah diatur dengan baik oleh Allah.

Jadi kalau sampai sekarang ada diantara kita yang masih belum bisa ngelepas masa lalu, dan atau malah dendam seakan nggak terima kalau orang yang kita sayang ternyata nggak jadi bersama-sama kita terus, maka cek lagi deh. Itu cinta atau egois?. Dan kalau itu menurutmu itu cinta, maka itu termasuk cinta karena Allah atau hanya sekedar nurutin nafsu kita yang nggak ada habisnya?. Dan jawaban jujurnya hanya kita sendiri yang tahu.

Kawan, semua yang ada dibawah langit itu sudah diatur dengan baik oleh Allah. Dan mau nggak mau hidup kita akan berjalan sesuai aturan itu. Kita sebagai hamba hanya bisa patuh dan menjalankan, dan kalau kita nggak kuat kita bisa minta tolong ke Allah saja.

Jika kita merasa semua itu pahit, maka yakinlah bahwa disana ada sebuah pelajaran besar yang menjadikan kita lebih dewasa dan lebih matang. Dan jangan lupa, bahwa Allah satu-satunya yang nggak pernah jahat ke kita. Kita aja yang kadang belum ngerti Maha Baik nya Allah ke kita itu. Namun, suatu hari pasti kita akan mengerti, bila Allah adalah satu-satunya Sang Maha Cinta, dan yang paling mencintai kita lebih dari siapapun.

Jadi ikhlaskan saja, jika ternyata Allah bilang bila yang kita cintai ternyata bukan jadi jodoh kita. Dan tunggu saja pelajaran dan hikmah berharga dari Allah yang suatu hari pasti datang untuk kita. Setelah itu, baru kita akan memahami, dan akan mengerti bahwa takdir Allah memanglah yang terbaik untuk kita.  

 

(NayMa)

 



RELATED ARTICLE