"Tapi ..." | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

"Tapi ..."

374 kali dilihat

Semua orang pasti ingin sukses dunia akhirat. Karena dalam kesuksesan itu ada banyak kesenangan atau kebahagiaan yang bakal di dapat. Karena itu segala cara dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan kesuksesan dalam arti yang mereka maksud.

Tapi seperti yang kita tahu, kalau nggak akan mudah meraih sebuah sukses. Atau dengan kata lain, nggak semudah kita membalik telapak tangan. Pastilah banyak yang namanya hambatan, cobaan, rintangan, atau apapunlah namanya. Dan tahukah juga kita, kalau musuh terbesar dari sebuah kesuksesan itu, biasanya justru datang dari diri kita sendiri.

Kalimat “tapi...” biasanya banyak kita katakan, untuk mensyaratkan sebuah kesuksesan yang bakal kita dapat. Kalimat itu juga sering kita katakan sebagai pemakluman dari langkah kita yang terhambat. Padahal sadar nggak sadar kalimat satu itu, bisa menunda sukses kita untuk lebih cepat terjadi. Contoh kasus; “gue sih sebenarnya pengen kuliah. Tapi... gue nggak ada biaya”, “gue mau buat usaha, tapi... nunggu modal dulu lah”, “gue pengen sih taubat, tapi... teman gue banyak yang masih pengaruhin gue, gimana dong?”, dan lain-lain, dan seterusnya.

Kata “tapi...” itu seperti langsung aja berhasil memangkas niat baik kita sendiri. Padahal kalau dipikir-pikir, jika seseorang sudah punya niat kuat atas sesuatu atau untuk melakukan sesuatu, ibaratnya “gunungpun bisa dipindah”, kawan. Tekad yang kuat, niat yang serius, dan usaha yang nggak pakai nyerah, InshaAllah akan membuka jalan kita sendiri. Lagian Allah Ta’ala pasti juga ngerti niat baik kita, dan bantu juga kok, kawan. Karena Dia memanglah maha pengasih dan penyayang ke hamba-hambaNya.

Kalimat “tapi...” juga seperti dijadikan sebuah alasan agar mereka dimaklumi ketika jauh dari kesuksesan. Mereka seperti nggak mau dikambing hitamkan atas hidup mereka yang mungkin masih belum sukses. Padahal, orang lain hanya bisa sekedar mendengar, dan pihak yang benar- benar rugi atas semua itu justru adalah diri mereka sendiri.

Hidup mereka belum berubah, masih standart alias begitu-begitu aja. Impian sukses dunia akhirat hanya sekedar ada di mimpi, belum juga terealisasi. Dan nggak tahu kapan bakal terealisasi. Tahu-tahu mereka tua, tapi tetap saja sukses itu belum ada di genggamannya. Ternyata, satu kata “tapi...” itu berhasil dengan sukses membelokkan arah hidup mereka kedalam kegagalan.

Kawan, orang yang serius mau sukses, kata “tapi ...” yang berarti alasan dari sebuah keadaan, memang kudu belajar buat kita hilangkan. Karena apapun keadaannya, hanya orang yang berani menghadapilah yang akan berhasil dengan indah melaluinya. Halangan atau hambatan dari setiap keadaan bukanlah hal yang harus dihindari apalagi dijadikan alasan yang dibuat- buat. Ketika hambatan itu adalah karena kesalahan mereka, maka merekapun akan dengan besar hati mengakui trus memperbaiki, dan kalau hambatan itu ternyata datangnya dari luar, mereka akan menghadapi itu dengan sabar dan bukan malah menjadikan semua itu alasan untuk berhenti membuat kemajuan.

Jadi mulai sekarang, yuk kita belajar buat “nggak gampang ber-alasan” dengan bertapi-tapi ria atas apapun keadaan yang kita hadapi. Karena itu seperti mengkerdilkan diri kita sendiri, dan menjauhkan diri kita dari kesuksesan. Apapun keadaannya, dan bagaimanapun kondisinya jadilah berani untuk menghadapinya. Karena itu akan menbuat diri kita lebih baik, lebih matang, dan InshaAllah akan lebih dekat dengan kesuksesan. Setuju?

 

(NayMa)

 



RELATED ARTICLE