Teleponlah Mereka Lebih Sering, Kawan | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Teleponlah Mereka Lebih Sering, Kawan

277 kali dilihat

Kawan, setiap kita pasti akan tumbuh dewasa. Setelah itu banyak kewajiban yang akan melekat pada diri kita. Kita juga akhirnya akan berpikir tentang masa depan kita sendiri-sendiri, dan lalu mungkin jauh dari rumah. Yaitu rumah yang ditinggali oleh orang tua kita, yang penuh kenangan masa kecil kita dan tempat kita berkasih sayang dan bertumbuh.  

Kita lalu menempati sebuah rumah yang baru. Entah dimanapun itu. Lalu kita membuat mimpi baru disana. Hari-hari kitapun juga habis disana. Dan nggak jarang kita lalu nggak sempat bahkan nggak punya waktu untuk menengok rumah kita dulu.

Padahal...

Ada hati disana yang selalu menunggu kita. Mereka adalah orang tua kita. Mereka mungkin banyak diam karena merasa takut nanti akan mengganggu kehidupan kita yang sekarang. Tapi siang malam mereka hanya berharap bahwa kita masih mengingat mereka, walau hanya sekedar bertelepon menanyakan kabar kepada mereka.

Sayangnya kadang kita sebagai anak sudah terlalu sibuk atau sok sibuk menjadi dewasa. Kita berpikir bahwa memang sudah seperti itulah hukum alam. Toh semua orangpun akan melakukannya. Orang tua kitapun dulu melakukannya.

Kawan, kita hidup sekali, harusnya lebih baik dari pada orang tua kita dulu. Jangan membuat mereka sebagai patokan, apalagi dalam hal yang seharusnya nggak dilakukan. Jikapun orang tua kita dulu melakukan kesalahan, maka kita yang sudah mengerti bahwa hal itu adalah kurang pas buat dilakukan, lebih baiknya mengambil sikap yang berlainan dengan mereka. Toh Allah suka jika kita menyayangi dan mengasihi orang tua kita, terlebih dimasa tua mereka.

Jadi jika kita sekarang sedang berada jauh dari orang tua, berkabarlah dan atau bertanyalah kabar mereka. Perlakukan mereka seperti kita ingin diperlakukan oleh anak-anak kita jika kita kelak telah tua. Kita pun ingin diingat dan nggak asal dilupakan atau ditinggalkan begitu saja.

Segenap hidup orang tua kita telah mereka abdikan buat membesarkan kita dan memberikan selalu apapun yang terbaik bagi kita. Maka nggak pantas banget kalau ita lalu memperlakukan mereka seperti, “habis manis sepah di buang”. Menyisihan waktu sebentar sekedar buat bertanya kabar mereka dan atau bercerita kiri kanan tentang hari-hari kita, nggak akan menghambat hidup kita, kok. Yang ada, mereka akan tetap menganggap ita ada, dan hati mereka yang senang akan lalu mendoakan kebaikan buat kita.

Dan tahukah kita kawan, bahwa doa orang tua adalah salah satu dari doa yang akan dikabulkan oleh Allah Ta’ala?. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. “Tiga orang yang doanya pasti terkabulkan ; doa orang yang teraniyaya; doa seorang musafir dan doa orang tua terhadap anaknya” (Hr. Ibnu Majah). Dan jika doa penuh kebaikan dari orang tua kita itu terkabul, toh kita juga yang akan merasakan keberuntungannnya, bukan?. Jadi sering-seringlah menelepon dan atau berkirim kabar ke orang tua kita, walaupun mereka sedang jauh dari kita. Agar kita satu sama lain nggak merasa saling kehilangan dan tetap dalam kasih sayang.

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE