Teman Tapi Halu | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Teman Tapi Halu

223 kali dilihat

Sifat manusia tuh bermacam-macam. Ada yang pendiam ada juga yang cerewet. Ada yang terbuka dan ada pula yang tertutup. Ada yang ceria, sensitif, gampang baper, tapi juga ada yang cuek. Macam-macam deh warna-warni dunia ini.

Tapi tahu nggak sih kawan, ada sebuah kasus unik yang berhubungan dengan sifat-sifat manusia tersebut. Salah satunya adalah yang dialami oleh mereka yang hobi menyendiri dan punya daya fantasi yang overload, yang lalu mereka hidup dalam dunia yang mereka buat sendiri. Mereka punya khayalan sendiri tentang model hidup yang mereka mau. Dan sayangnya mereka lalu menganggap semua itu seperti nyata dan benar-benar mereka alami. Maka jadilah mereka hidup dalam halusinasi dengan skenario mengarang indah ala-ala mereka aja.

Selain ceritanya yang serba halu atau full halusinasi, mereka juga menyebutkan orang-orang atau teman-teman yang ada disana yang juga ala-ala khayalan mereka aja.

Trus gimana dong reaksi orang-orang disekitarnya? Yang baru kenal sih biasanya menganggap yang mereka omongin semua itu benar. Tapi buat mereka yang udah dekat dan atau mengerti kebiasaannya sehari-hari kadang malah bisa berpendapat dengan satu kalimat ini, “kasihan ya, dia seperti orang gila”

Pertanyaannya, kenapa sih kita kudu hidup dalam dunia yang malah akan menjatuhkan nama baik dan kehormatan kita di depan orang lain? Bukankah ada dunia nyata yang bisa dengan nyata juga kita nikmati baik itu keindahannya dan atau kesedihannya, secara nyata?. Atau jangan-jangan dikau memang terlalu takut menghadapi dunia nyata, dan atau dikau tidak siap menerima kenyataan yang ternyata nggak seperti yang dikau bayangkan, sehingga dikau lebih senang hidup dalam khayalanmu sendiri?

Kawan, Jangan jadi pecundang dari hidup kita sendiri. Teman tapi halu yang kita halu kan itu sebenarnya nggak ada. Kita aja yang mengada-adakan sebagai bentuk “pelarian kita” dari apapun alasan kita menciptakannya. Dan asal kita tahu, bahwa dia justru bakal jadi simbol kerapuhan dan kelemahan kita menghadapi hidup yang sesungguhnya.

Lalu apakah dikau rela-rela saja dalam hidup yang cuma sekali-kalinya ini, malah dilabeli dengan kata “lemah” karena ketidakmampuan atau ketidakmauan kita menghadapi kehidupan yang sewajarnya di dunia nyata? Apakah itu sebenarnya kualitas asli dari dirimu kawan?

Ayolah, seharusnya tidak seperti itu, kawan. Kau cantik, dan Allah juga membekalimu dengan banyak kelebihan. Maka kau layak untuk jadi pemenang, bukan malah pecundang yang hanya bisa sembunyi lewat cerita bohong yang kau ciptakan dan karakter- karakter halu dari teman-teman seperti yang kau ceritakan. Sayang sekali kalau kau memangkas segala kelebihanmu, padahal kau masih mendapatkan hari esok yang berarti kesempatan baru bagimu untuk bisa lebih baik.

Saatnya menghentikan segala impian dan cerita dunia yang kau buat itu, kawan. Tampilah dengan cantik dan berani. Karena kau bisa, dan memang seharusnya pantas untuk ikut dalam kompetisi hidup, dan lalu jadi pemenang. Jangan bikin malu dirimu sendiri, apalagi dengan label “aneh, gila atau stress” begitu. Saatnya bangkit dan memilih, kawan. Demi masa depan dan nama baikmu sendiri.  

 

(NayMa)


Artikel Terkait Lainnya..

RELATED ARTICLE