Temukan Passion-mu, Maka Kamupun akan Lebih Bahagia | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Temukan Passion-mu, Maka Kamupun akan Lebih Bahagia

423 kali dilihat

Salah satu kriteria hidup yang menyenangkan itu adalah bisa bekerja dengan passion atau hal yang buat kita bisa bahagia karena kita benar-benar menyukainya. Secara gitu, kita melakukan semua kerjaan itu bakal dengan senang hati, karena memang itulah yang kita suka, kita mau, kita bakati dan kita niati banget. Beda pastinya dengan apabila kita melakukannya hanya karena dituntut buat melakukan hal itu. Dan kalau kita nggak melakukan itu, kita bakal kena sanksi atau apalah-apalah.

Akhirnya, hasil yang didapatpun juga lebih memuaskan. Karena kita kerjanya pakai hati, pakai hati-hati, dan pakai rasa. Selain itu, bahkan kegiatan seperti ini seperti nggak bisa dibilang kerja aja, melainkan kita lagi senang-senang dengan hidup kita, dan atau lagi menikmati waktu kita banget.

Lalu ada emang kerjaan yang begitu? Ada banget. Contoh aja, kita suka nulis, akhinya kitapun memilih buat jadi penulis profesional. Buat karya yang banyak, buat buku dan sebagainya. Kita merasa itulah hiburan kita yang sebenarnya. Lebih beruntungnya lagi, ternyata kita juga bisa menyebut semua itu dengan “pekerjaan” dan dibayar pula. Asyik kan?. Contoh lain, adalah kalau passion kita itu ternyata mengajar. Akhirnya kita memilih buat jadi guru, dan bekerja serius dengan bidang itu. Orang lain yang lihat murid-murid pada bandel aja udah puyeng, lah kita malah sebaliknya. Kita bisa nikmati semua momen itu walau capeknya kaya’ apa. Karena kita memang menyukainya.

Karena itu, kalau kita mau juga ingin menikmati semua momen menyenangkan itu, maka kita kudu mau latihan buat mengenal diri sendiri dulu. Kita tanya serius ke diri kita, sebenarnya apa sih passion kita atau hal yang paling kita suka, paling buat semangat, dan kadang kalau kita udah ngerjain semua itu, kita bisa lupa waktu karena saking menikmatinya. Kita bisa sepenuh hati dengannya, kita juga merasa senang dan tenang dengannya. Dan begitu kerjaan atau aktivitas itu selesai, akan timbul ada kesenangan dan kebanggaan dalam diri kita.

Kita perlu dengan serius tanya semua itu ke diri sendiri. Dan, kalau ternyata kita belum masuk dalam dunia kerja, bisa deh tuh kita buat semua passion kita itu jadi sebuah kerjaan.  Tapi kalau ternyata kita udah kadung masuk di dunia kerja, mungkin kita bisa tetap ngejar passion kita, tapi tentunya semua resiko dan tanggung jawabnya juga kudu di pertimbangkan dengan baik. Jangan sampai hanya karena kita terburu demi sebuah passion, akhirnya kita meninggalkan pekerjaan kita dulu, padahal kita sendiri belum yakin bahwa kita benar-benar bisa bekerja dengan bidang yang kita sukai itu. Akhirnya, saat mood kita udah ganti, kitapun menyesal karena udah meninggalkan kerjaan kita dulu. Teman-teman yang lain sudah menduduki jabatan yang tinggi,  sementara kita masih berpindah-pindah karier, dan memulai dari nol lagi. Wah jadi repot kan akhirnya.

Kawan, kalau kita ternyata belum juga bisa nemuin apa sih passion kita sebenarnya, bisa juga deh tuh “konsultasi” sama yang menciptakan kita. Siapakah Dia? Allah Ta’ala tentunya. Dia yang paling ngerti dengan pasti dan yang paling detail tentang siapa dan gimana setiap kita ini. Dia akan memberi petunjuk, selama kita mau berdoa dan tetap meminta. Nggak usah pakai ragu deh, karena Dia adalah satu-satunya yang akan mengabulkan doa dan menjadikan nyata apa-apa yang kita minta, selama kita juga mau tetap nurut dan patuh kepadaNya.

“Dan apabila bamba-bamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186).

 

(NayMa)

  

 

 



RELATED ARTICLE