Ternyata Bertentanggalah merupakan Cara yang Disukai Allah | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Ternyata Bertentanggalah merupakan Cara yang Disukai Allah

296 kali dilihat

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan akan saling berinteraksi satu sama lain.  Salah satunya adalah menjalin interaksi sehari- hari dengan para tetangga.

Memiliki tetangga yang baik adalah sebuah rejeki yang sangat besar dari Allah Subhanahu Wata’ala. Betapa tidak, dengannya kitapun merasa tenang dari gangguan, nyaman dengan keseharian, serta jauh dari ketakutan. Bandingkan dengan keadaan ketika kita memiliki tetangga dengan akhlak yang tidak baik. Kita akhirnya merasa tidak betah di rumah, serba tidak senang karena banyak gangguan, serba kurang tenang karena banyaknya ancaman, dan lain sebagainya.

Karena itulah Allah memerintahkan kepada para hambaNya, untuk selalu menciptakan kedamaian lingkungan mereka, salah satunya adalah dengan selalu berakhlak baik dengan tetangga. Allah subhanahu Wata’ala berfirman, (yang artinya),

“Beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh.” (QS. An Nisa: 36).

Di dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu juga disebutkan adanya larangan dan sikap tegas bagi seseorang yang mengganggu tetangganya. Rasulullah shallallahu ‘alahi wassalam bahkan menggandengkan antara iman kepada Allah dan hari Akhir, yang menunjukkan besarnya bahaya mengganggu tetangga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda, (yang artinya), “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir maka janganlah dia mengganggu tetangganya." (HR. Bukhari Muslim).

Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam juga bersabda, (Yang artinya), “Jibril senantiasa berwasiat kepadaku agar memuliakan (berbuat baik) kepada tetangga, sampai-sampai aku mengira seseorang akan menjadi ahli waris tetangganya.” (HR. Al Bukhari).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menjelaskan: “Bukan berarti dalam hadits ini Jibril mensyariatkan bagian harta waris untuk tetangga. Namun maknanya adalah menunjukkan betapa ditekankannya wasiat Jibril tersebut kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam”

Selain berbagai anjuran tentang berbuat baik kepada tetangga tersebut, Islam juga mengabarkan kepada kita tentang akibat orang yang enggan dan lalai dalam berbuat baik terhadap tetangga. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,  (yang artinya)  “Demi Allah, tidak beriman, tidak beriman, tidak beriman. Ada yang bertanya: ‘Siapa itu wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab: ‘Orang yang tetangganya tidak aman dari kejahatannya.” (HR. Bukhari dan Muslim),

Karena itu Hijabers, sebagai seorang mukmin yang baik adalah sudah menjadi kewajiban kita untuk tunduk dan patuh pada aturan Allah, tak terkecuali pada aturan tentang interaksi dengan tetangga ini. Dan kalau mungkin suatu hari kita menjumpai kekurangan dalam interaksi tersebut baik berupa perkataan maupun perbuatan, namun kita tetap bisa dan mau bersabar, maka InshaAllah kitapun akan termasuk orang- orang yang dicintai oleh Allah. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam (yang artinya): “Ada tiga kelompok manusia yang dicintai Allah, … Disebutkan diantaranya: Seseorang yang mempunyai tetangga, ia selalu disakiti (diganggu) oleh tetangganya, namun ia sabar atas gangguannya itu hingga keduanya dipisah oleh kematian atau keberangkatannya.” (HR. Ahmad).

Akhirnya, mari kita bersama-sama memohon kepada Allah Ta’ala, Semoga Allah senantiasa menganugerahkan kepada kita hidayah untuk melakukan akhlak yang penuh dalam kebaikan salah satunya dalam hal bertetangga dan berinteraksi dengan sesama manusia yang lain. Aamiin.



RELATED ARTICLE