Tetap Bahagia Dalam Keterbatasan | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Tetap Bahagia Dalam Keterbatasan

170 kali dilihat

Hidup dalam keterbatasan materi pastinya membuat sebagian kita merasa sedih, bahkan terpuruk. Hari-hari terasa sangat sulit, dan dirasa menyedihkan. Bahkan kadang saking sudah terpojoknya, kita lalu membabi buta menyalahkan siapapun bahkan Allah untuk menjadi kambing hitam atas keadaan yang kita terima ini.

Padahal...

Entah kita hidup dalam keterbatasan atau kelebihan sekalipun, pada hakekatnya nggak ada bedanya. Semua tetap bisa membahagiakan, asal kita tahu formulanya untuk bahagia. Ketika dalam keterbatasan kita bisa sabar, dan lalu dengan besar hati menerima dan ikhlas, itu membahagiakan. Dan ketika dalam kelebihan kita banyak bersyukur, dan tahu kapan harus “berhenti” dari pemenuhan keinginan kita yang tanpa batas, itu juga membahagiakan.

Yang menyedihkan adalah ketika kita hidup dalam keterbatasan tapi senang mengeluh, memaki keadaan, bahkan marah kepada Allah, seakan Allah nggak sayang kita dan lagi menyiksa kita. Sikap itu akan menambah ruwet suasana dan menambah ribet pikiran dan hati kita. Kita jadi nggak akan terlatih buat bermental kuat menghadapi keadaan, tapi malah akan menjadi pribadi yang kasar dan rakus ketika mendapat sedikit saja kelebihan. Hal seperti ini adalah lebih membuat kita lebih buruk dan menyedihkan.

Selanjutnya, yang menyedihkan adalah ketika kita hidup dalam kelebihan tapi kita merasa selalu kurang dan kurang, sampai akhirnya kita merasa lelah dan bingung dengan apa yang sebenarnya kita cari dalam hidup. Yang menyedihkan adalah juga ketika kedudukan harta kita anggap sangatlah tinggi dihati kita, ldan bahkan lalu kita menjadi bagian dari manusia yang disabdakan oleh Rasulullah berikut ini,

“Akan datang kepada manusia suatu zaman (ketika itu) seorang tidak lagi perduli dengan apa yang dia dapatkan, apakah dari yang halal atau haram?” (Hr. Bukhari)

Maka semua sebenarnya tergantung pada keputusan kita untuk menyikapi keadaan hidup kita. Semua juga sebenarnya tergantung pada kualitas iman kita untuk tetap percaya bahwa apapun yang diberikan Allah buat kita adalah selalu yang terbaik buat kita. Allah nggak mungkin salah memberikan takdir, hanya kita saja yang nggak banyak tahu bahkan untuk hal yang terbaik bagi diri kita sendiri.  

Kawan, inilah dunia. Tempat dimana kita hidup dengan segala sesuatunya yang memang serba nggak sempurna. Semuanya pun serba berpasang-pasangan. Ada keterbatasan, tapi juga ada kelebihan. Dan memang harus ada pelaku dari semua itu. Namun pada intinya, bukan keterbatasan atau kelebihan itu poin utamanya, melainkan sikap kita menghadapi semua itu. Karena keterbatasan dan atau kelebihan di dunia adalah hanya sekedar ujian iman dari Allah Ta’ala.

 

(NayMa)

 



RELATED ARTICLE