Uangku, Bukan Uangmu | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Uangku, Bukan Uangmu

237 kali dilihat

Inilah Islam, agama yang sangat mulia dan mengangkat derajat dari para wanita. Islam juga sangat melindungi hak dari para wanita. Contoh kecilnya adalah tentang perlindungan yang diatur oleh Islam tentang kepemilikan harta yang dimiliki oleh wanita. Dalam Islam, harta istri adalah milik istri. Dan suami tidak berhak untuk mengambilnya kecuali dengan kerelaan si istri.

Seorang istri berhak untuk mengeluarkan hartanya, tanpa harus meminta izin pada suaminya. Namun hal ini bukan berarti bahwa si istri boleh berbuat boros dengan hartanya. Malah yang ada kita sebagai wanita diperintahkan untuk banyak-banyak bersedekah. Seperti pernah dijelaskan oleh Rasul kita yang kala itu berceramah di hadapan jamaah wanita, (yang artinya),

“Wahai para wanita, perbanyaklah sedekah, sebab saya melihat kalian merupakan mayoritas penghuni neraka.” Sehingga, para wanita itupun berlomba-lomba menyedekahkan perhiasan mereka dan mereka melemparkannya di pakaian Bilal” (HR. Muslim)

Dan tahukah kawan, bahwa sebaik-baik penerima sedekah adalah justru keluarga kita sendiri, yaitu suami dan anak-anak kita. Hal ini persis seperti yang disebutkan dalam sebuah hadist, (yang artinya), “Dari Abu Sa’id al Khudri ra berkata bahwa, “Zainab, istri Ibnu Mas’ud datang meminta izin untuk bertemu Rasulullah. Beliau bertanya, “Zainab yang mana?”. Kemudian ada yang menjawab, “Istrinya Ibnus Mas’ud.” Dan Rasulullah mengatakan,“baik, izinkanlah dirinya”. Maka zainab pun berkata, “Wahai nabi Allah, Hari ini engkau memerintahkan untuk bersedekah. Sedangkan aku memiliki perhiasan dan ingin bersedekah. Namun, Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa dirinya dan anaknya lebih berhak menerima sedekahku.” Lantas Rasulullah bersabda, “Ibnu Mas’ud berkata benar. Suami dan anakmu lebih berhak menerima sedekahmu.” (HR. Imam Bukhari)

Bahkan, dalam hadist lainnya disebutkan bahwa Rasulullah berkata bahwa, “Benar, ia mendapatkan dua pahala yaitu pahala menjalin tali kekerabatan dan pahala sedekah".

Jadi kawan, ikhlaskan dan jangan gampang menghitung-hitung harta yang akan atau sudah kita berikan dan kita belanjakan untuk keluarga. Dan apabila diantara kita ada yang ternyata menjadi tulang punggung keluarga, maka jalani semua dengan ikhlas hati. Karena kebaikan itu pasti tidak akan sia-sia di hadapan Allah. Bersemangatlah kawan dalam bersedekah. Jangan hanya menyimpan harta kita hanya untuk kepentingan diri kita sendiri tapi banyak-banyak manfaatkanlah ia untuk kebahagiaan keluarga kita. Karena harta tidak akan kita bawa mati, tapi pahala dari kebaikan sedekah itulah yang akan abadi sampai di akhirat nanti.

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE