Udahlah, Jangan Terlalu Baper! | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Udahlah, Jangan Terlalu Baper!

287 kali dilihat

Susahnya gaul sama yang suka baper. Kita niatnya begini, eh dia nerimanya begitu. Kita niatnya cuma sederhana, eh dia nerimanya lebih dari itu. Kita ngobrolnya begini eh dia nyangkutnya begitu. Duh emang deh kalau udah judulnya tentang perasaan itu, maka nggak akan ada nilai konstan seperti kalau kita lagi pakai pikiran logis.

Dan seperti kita tahu kalau cewek memang lebih banyak dikendalikan oleh perasaan mereka. Jadi kalau memang nggak benar-benar dikendalikan, bisa buat banyak PR baru bagi diri mereka sendiri dan buat orang lain yang berhubungan dengan mereka.

Kawan, baper memang menandakan kalau hati kita masih “hidup”, bisa merasakan dan peka. Tapi kalau porsinya overload juga nggak akan baik loh buat kita. Bukan apa-apa, waktu, pikiran, tenaga dan dana juga bisa terbuang percuma saja, alias nggak ada guna. Padahal semua yang kita lakukan bakal nanti dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah nanti.

Orang yang membiasakan dirinya untuk gampang baper dengan segala yang dihadapinya, akan lebih banyak bersedih, bingung dan galau aja. Karena baper adalah nggak cuma sekedar peka, tapi juga sensitif yang arahnya lebih ke menyiksa diri. Dan kalau baper itu terus-terusan dilakukan, justru pelakunya sendiri yang akan pertama kali menderita kerugiannya.

Jadi walaupun cewek itu memang lebih sensitif, tapi jangan gampang mengumbar baper kemana-mana. Karena kalau dia sudah datang, maka si cewek itu juga perlu ekstra tenaga buat melayani bapernya sendiri itu. Dan kabar buruknya lagi, bahkan orang-orang disekitar kita juga akan ikut merasakan kerepotannya tersebut.

Cukup gunakan si baper itu SECUKUPNYA. Cuma buat menandakan kalau memang hati kita masih berfungsi dan kita masih hidup aja. Selain karena biar kita gampang mengendalikannya, agar kita juga lebih gampang bahagia dengan cara yang sederhana.

Kawan, memang dari dulu judulnya nggak akan semua keinginan kita bakal semuanya terpenuhi. Bisa jadi nggak terpenuhinya itu adalah bentuk kasih sayang Allah yang kita ini belum sadar dan mengerti aja. Jangan lalu melibatkan si perasaan kita buat menilainya. Karena perasaan itu nggak akan selesai di acara menilai, tapi bahkan juga bisa berlanjut ke meratap, sedih, dan atau bisa juga trauma.

Repotnya asli deh, di kita banget dear! Masalah sederhana nggak akan berakhir sederhana kalau si baper udah nongol disana. Yang ada malah masalah itu berkembang biak, beranak pinak, atau apapun deh bahasanya. Kita yang maunya cuma stay sebentar di masalah itu, jadi tambah kudu berlama-lama. Walau kita tahu kita nggak akan dapat apa-apa dengan semua itu.

Simple kan saja, ringankan saja, mudahkan saja apa-apa yang udah atau sedang kita lewati. Rasai, nikmati, syukuri aja. Walau memang mungkin masalah itu berat buat kita, tapi paling nggak nggak akan lebih berat kalau kita melibatkan si baper itu di masalah kita. Udah makin lama mengurainya, makin repot meng-handlenya, dan makin repot kita menyelesaikannya. Ya nggak sih?

 

(NayMa)

 

 



RELATED ARTICLE