Wanita akan Indah Dengan Sifat Qana’ah | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Wanita akan Indah Dengan Sifat Qana’ah

225 kali dilihat

Maunya punya semua-semuanya. Serba ada, kalau perlu yang wah dan mewah. Maunya serba tercukupi dan baik-baik saja. Kalau nggak begitu, biasanya acara komplen alias protes bakal terjadi karena fasilitas yang diterimanya nggak oke, nggak sip dan nggak berkelas. Tapi, yang dia tahu adalah sekedar minta atau kalau perlu menuntut. Entah itu kepada suami, orang tua, atau bahkan mungkin orang lain.  

Ada gitu orang tipe begini, kawan? Ada lah! Maunya senang-senang aja. Uang tinggal metik seperti bisa numbuh di ladang belakang rumah. Nggak ngerti tentang bagaimana susahnya sebuah kerja keras. Diajak “puasa” bentar aja keluhnya sudah capek, lelah, pusing, mual, dan gangguan kehamilan dan janin, hee...

Malu. Ya, satu kata itu yang harusnya nempel di kepala kita kalau kita memiliki sifat yang satu ini. Malu sama Allah, yang sudah memberikan kita banyak akal buat berpikir, tapi kita malah memilih buat menuruti nafsu kita dengan begitu memuja kehidupan yang mewah yang nggak ada habisnya. Apa yang ada seakan nggak pernah cukup dan atau atau membuat kita puas.

Malu. Malu sama badan yang sehat tapi kita dengan santai memanjakan diri sambil berharap orang lain yang akan meladeni kita dengan segala rengekan kita yang nggak penting itu.

Malu.  Atau lebih tepatnya malu-maluin karena kita hanya sibuk membangun mimpi indah dalam angan-angan kita, sambil berharap bahwa emas akan jatuh dari langit dan mendarat cantik di rumah kita.

Kawan, istri adalah ibarat simpanan yang indah bagi suaminya. Lha kalau istrinya model begitu, yang hanya bisa menuntut harta dan harta yang terlalu berlebih dari suaminya dan atau orang tuanya, tapi hanya sekedar ongkang-ongkang kaki saja dan malas ngapa-ngapain itu namanya justru adalah musibah.

Karena itu kita memang kudu belajar tentang sifat qana’ah alias merasa cukup dan banyak syukur kepada Allah atas apapun yang sudah kita punya. Karena hal ini akan jauh lebih baik dan lebih menentramkan. Karena juga dunia ini lho nggak ada habisnya. Kalau keinginan kita sudah terpenuhi satu, maka akan ada lebih banyak deretan keinginan yang lain yang siap merongrong kita buat memenuhinya. Padahal segala tuntutan kita itu nantinya akan kita tebus salah satunya dengan jeleknya nama kita. Terlalu sayang kalau begitu ceritanya, kawan. Ya nggak sih?

Selanjutnya kita akan tahu bahwa uji nyali kita untuk berhadapan dengan nafsu kita sendiri ternyata gagal, dan kita terbukti nggak sukses mendidik diri kita sendiri dengan baik. Dan efek sampingnya, nama baik kita juga ikutan jatuh. Dan pahitnya lagi semua efek jelek dari hal itu akhirnya juga akan kembali pada diri kita sendiri juga.

Jadi, wanita yang indah itu nggak cuma sekedar bening di kulit tapi juga punya prinsip bahwa dia mampu mendidik dirinya untuk bersikap legowo dengan rejeki dunianya. Nggak cuma sekedar bisa nuntut, tapi kalau perlu malah ikut bantu dan atau menjadi pribadi yang mandiri. Salah satunya mungkin dalam hal keuangan juga, tapi tentunya tanpa harus mengesampingkan tugas utama nya dia sebagai seorang istri, dan seorang ibu juga.

Dengan begitu akhirnya kita tidak akan hanya sekedar sibuk bermimpi diatas kasur, sambil terlayani layaknya tuan putri, apalagi jika mereka tahu bahwa orang-orang disekitarnya akan menderita karena hal itu. Lebih baik mandi keringat saat berusaha keras menaklukkan diri sendiri dan atau berusaha keras membantu suami, dari pada harus mandi air mata karena drama saat kudu minta kesana kemari buat memenuhi kebutuhan kehidupan mewah yang nggak akan pernah selesai buat dipenuhi. Karena yang begini inshaAllah akan sukses membuat kita terlihat lebih indah. Bukan begitu, bukan?

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE