"Warisan Yang Sangat Berharga", Mau? | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

"Warisan Yang Sangat Berharga", Mau?

106 kali dilihat

Siapa sih orang yang nggak mau dikasih warisan di dunia ini? tinggal nikmati tanpa harus capek-capek kerja, semua pasti bakal suka. Ya nggak? Warisan memang sangat berharga. Bahkan banyak lho cerita bahwa demi sebuah warisan bahkan bisa sampai memecah saudara dan anggota keluarga karena saking kerasnya mereka memperebutkan.

Kalau ditanya, jawabnya pasti karena setiap mereka punya kebutuhan. Karena itu kadang mereka sampai nggak memandang siapapun kecuali kebutuhan mereka sendiri. Begitulah memang hebatnya fitnah materi dunia, bahkan hubungan darah yang kentalpun kadang nggak lagi terasa. Manusia kadang bisa melakukan apapun demi mendapatkannya.

Maka para Nabi kita dulu nggak mewariskan kepada kita materi dunia. Sebenarnya mereka dengan gampang bisa mendapatkan semuanya. Tapi bahkan mereka mencontohkan untuk hidup sederhana. Contoh saja Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam yang ketika ditawarkan apakah ingin menjadi seorang raja, tapi beliau hanya memilih untuk bersikap tawadhu dan hanya menjadi seorang hamba saja.

Kawan, ada sebuah kisah menarik. Suatu ketika Abu Hurairah melewati pasar di kota Madinah, lalu beliau berhenti di sana. Beliau berkata, “Wahai orang-orang yang di pasar, alangkah ruginya kalian!”. Mereka menjawab: “Ada apa wahai Abu Hurairah?!”. Dia berkata: “Di sana ada warisan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang dibagikan, kenapa kalian masih di sini? Kenapa kalian tidak pergi ke sana mengambil bagian kalian?”. Mereka menjawab: “Di mana itu?!” Dia berkata: “Di Masjid.”Lalu orang-orang tadi bergegas menuju ke masjid, sedangkan Abu Hurairah masih tetap menunggu di pasar hingga orang-orang tadi kembali. Ketika mereka kembali ke pasar Abu Hurairah bertanya kepada mereka: “Kenapa kalian kembali?” Mereka manjawab: “Wahai Abu Hurairah! Sungguh kami telah pergi ke masjid dan kami tidak melihat apapun dibagikan di sana!” kemudian Abu Hurairah bertanya kepada mereka: “Bukankah kalian melihat ada orang di sana?” Mereka menjawab: “Tentu saja, kami melihat ada sekelompok orang yang sedang sholat, sekelompok yang lain sedang membaca Al Qur’an, dan sekelompok yang lain lagi sedang menyebutkan tentang perkara halal dan haram!” Maka Abu Hurairah berkata kepada mereka: “Sesungguhnya itulah warisan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Para Nabi mewariskan ilmu yang berharga untuk kita. Agar kita menjadi orang-orang yang beruntung, yang  nggak hanya sekedar bisa kaya, tapi juga jadi lebih mulia karena ilmu yang kita miliki.  Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya),  “Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambilnya, maka dia telah memperoleh keberuntungan yang banyak.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

Materi dunia memang penting dalam hidup kita kawan. Tapi jika kita memiliki semua itu tanpa ilmu, maka kitapun hanya akan jadi budaknya. Tanpa materi dunia memang kita nggak bisa membiayai hidup kita, tapi kalau hanya sekedar punya punya semua itu tanpa ilmu, maka kitapun bisa dalam sekejab menghabiskannya, tapi setelah itu kitapun minus pahala.

Hilang materi dunia bisa dicari lagi. Tapi hilangnya ilmu adalah sebuah musibah.Karena tanpa materi dunia, bahkan manusia masih bisa menahannya. Tapi jika ilmu sudah nggak ada, jika para ulama sudah nggak ada, maka jalan hidup manusia akan nggak jelas, dan kekacauan pasti datang juga pada hidupnya. Karena yang tersisa adalah tinggal orag-orang yang bodoh. Dan bayangpun bagaimana kualitas petunjuk yang diberikan oleh orang-orang yang bodoh, kawan?

Rasullullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

"Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu dengan cara mencabutnya dari dada-dada para ulama, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mematikan para ulama hingga tidak tersisa satupun orang yang berilmu. Sehingga manusia akan mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh, kemudian mereka bertanya kepadanya dan diapun memberikan fatwa tanpa ilmu, maka mereka (para pemimpin) itu sesat dan menyesatkan.” (HR. Bukhari).

Jadi jangan rugikan diri sendiri dengan hanya fokus pada materi dunia sebagai tujuan pertama kita hidup. Dia itu seperti bayangan kita. Semakin kita berlari mendekatinya, maka dia akan semakin berlari menjauhi kita. Tapi jika kita berpaling darinya, maka mau nggak mau dia akan berjalan mengikuti kita.

Jika kita belajar banyak-banyak tentang petunjuk Allah, lalu kita berbuat sesuatu untuk agama Allah dan demi mendapat keridhoan Allah, nggak mungkin Allah yang Maha Penyayang akan menyia-nyiakan kita. Tapi pikiran kita saja yang kadang suka buruk sangka kepada Allah. Bahkan Allah pun sudah menyampaikan janjinya melalui lisan kekasihnya Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam, bahwa mereka yang getol mencari ilmu, akan dierikan surga sebagai hadiahnya. "Barangsiapa meniti jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)


Maka ambillah warisan berharga dari para Nabi kita, yang nggak akan pernah ada habis kebaikannya itu. Agar hidup kita senantiasa dalam cahaya petunjuk dan kemuliaan, serta kebahagiaan. Aamiin.

 

(NayMa)

 



RELATED ARTICLE