Alasan Mengapa Hijabers Jarang Tertawa Terbahak-bahak | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Alasan Mengapa Hijabers Jarang Tertawa Terbahak-bahak

566 kali dilihat

Pernahkah merasa bahwa seseorang yang menggunakan hijab terkesan lebih lemah lembut dan kalem? Mereka terkesan sangat menjaga sikapnya. Sehingga menjadikan orang lain berprasangka bahwa ia telah kehilangan jati dirinya. Ada pula yang perpikir bahwa ia telah berubah atau sekedar pencitraan. Namun ternyata, dibalik sikap yang dijaga para hijaber ini mengandung maksud untuk mendekatkan diri pada Allah Ta’Ala. Mereka jadi jarang tertawa terbahak-bahak dan jarang pula bercanda. Ini alasan mereka, mengapa para Hijaber mulai menghindari tertawa terlalu keras dan bercanda.

 

Mengurangi Tertawa

Ngobrol dengan orang  yang disenangi terkadang membuat lupa segalanya. Termasuk sering kali tertawa terlalu keras. Dalam Islam tertawa itu adalah hal yang wajar. Seperti yang tertulis di Al-Quran Surat An-Najm Ayat 43 menunjukkan bahwa Allah Ta’Allah pun menciptakan tawa dan tangis secara berdampingan. Namun bukanlah merupakan perbuatan yang sopan ketika tidak bisa menahan tawa yang terbahak-bahak.

Tertawa merupakan salah satu hal yang Allah ciptakan. Sehingga menjadikannya sebuah hal  yang wajar untuk dilakukan. Namun demi menjaga sikap sebagai wanita muslim, mereka akan benar-benar mengurangi tertawa terlalu keras. Gaya hidup Rasululllah yang tidak pernah berlebihan, mengajarkan umat muslim untuk tidak tertawa terbahak-bahak. Beliau hanya melontarkan senyum ketika tertawa. Seperti dalam Hadist At Tirmidzi yang menuliskan bahwa tertawanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hanya sekedar senyum. Selain itu dalam Hadist At Tirmidzi juga menjelaskan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai pahala tersenyum yaitu, “Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah.” Rasullullah mengajarkan umat muslim untuk tersenyum, bukan tertawa terbahak-bahak. Merupakan sebuah hal yang berlebihan ketika seseorang tertawa berlebihan. Sedangkan sesuatu yang berlebihan merupakan hal yang dibenci Allah.

Banyak sekali kerugian yang didapat ketika seseorang tertawa terlalu keras. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga bersabda bahwa, “tertawa terlalu keras dapat mematikan hati”. Selain itu Sabda Rasullulah lainnya mengatakan bahwa “tertawanya seorang mukmin adalah bagian dari kelalaiannya yaitu kelalaian terhadap perkara akherat, dan jika dirinya tidak lalai maka tidaklah ia tertawa.”  

Berbohong Untuk Bercanda

Membuat orang senang merupakan hal yang baik. Namun, jika hanya sekedar iseng berbohong untuk membuat orang senang dan tertawa adalah hal yang perlu dihindari. Kebiasaan seseorang iseng bercanda dengan berbohong agar temannya tertawa karena leluconnya dianggap hal yang biasa. Contohnya adalah budaya ‘April Mop’. Orang-orang akan mulai mengerjai orang lain dengan berbohong. Setelahnya, mereka baru mengatakan yang sebenarnya dengan meneriakkan ‘April Mop’.

Pernyataan bahwa kebiasaan bercanda adalah hal yang rugi diperkuat oleh Sabda Rasullulah. Beliau menjelaskan bahwa “merupakan sebuah hal celaka bagi orang yang berkata kemudian berbohong supaya orang-orang tertawa, maka celaka baginya, maka celaka baginya.” Mengerjai orang dengan berkata bohong ternyata mencelakakan diri sendiri. Jika tidak mencelakakannya di dunia, maka ia akan celaka di akhirat. Hal semacam ini lah yang selalu dijaga oleh wanita muslim dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

Sebuah kebiasaan yang berlebihan mungkin sudah menjadi hal yang wajar akhir-akhir ini. Namun ternyata tidak banyak umat muslim yang memahami bahwa melakukan hal berlebihan adalah hal merugi. Termasuk berlebihan dalam tertawa dan bercanda. Sayangnya kebiasaan berlebihan semacam ini tetap saja dilakukan. Terkadang kesalahan-kesalahan kecil ini pun tidak terlihat. Inilah alasan mengapa hijaber selalu terlihat lemah lembut dan kalem. Mereka berusaha untuk memperbaiki dirinya sendiri, menjadi lebih baik. Bukan sekedar pencitraan semata.



RELATED ARTICLE