Bisnis Hijab Dahulu VS Hijab Sekarang | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Bisnis Hijab Dahulu VS Hijab Sekarang

703 kali dilihat


Membahas mengenai bisnis, sejak zaman dahulu Rasulluah SAW juga merupakan pebisnis kaya yang handal. Maka tidak ada salahnya jika banyak umat muslim yang mengikuti jejak Beliau sebagai pedagang atau istilah popularnya adalah pebisnis. Beliau telah mengajarkan banyak trick agar bisnisnya berjalan dengan lancar dan meraih keuntungan yang besar. Namun, kali ini Diaryhijaber tidak akan membahas mengenai cara berbisnis ala Rasullulah. Melainkan akan mengulas mengenai bisnis hijab yang dijalankan kebanyakan wanita muslim sekitar dua decade terakhir ini.


Bisnis Hijab Awal tahun 2000-an

Di awal tahun 2000-an hijab belum sepopuler sekarang. Jangankan hijab model Fatin, penjual hijab punakan jarang di temukan di pasar. Bahkan opini masyarakat masih memandang hijab hanya dipakai oleh ustadzah, atau wanita yang sudah menunaikan ibadah umroh dan haji. Opini lainnya memandang orang yang menggunakan hijab adalah orang yang boros kain. Begitu banyak anggapan-anggapan sempit masyarakat, di awal tahun millennium tersebut mengenai wanita yang memakai hijab.

Berjualan hijab zaman dahulu pun belum semudah sekarang. Mereka masih harus membuka toko-toko di pasar, tentunya dengan modal yang tidak sedikit. Ada lagi yang menjual hijabnya dengan berkeliling kampung. Jika Hijaber ingat di zaman dulu, pasti minimal ada 1 penjual dalam seminggunya yang mengunjungi rumah untuk berjualan hijab. Beberapa lagi ada yang berjualan dengan menggunakan promosi dari mulut ke mulut.

Bisnis Hijab Zaman Sekarang

Ketika mulai membandingkan zaman sekarang, pengguna hijab bukanlah hal yang langka. Hal ini menimbulkan penjual hijab yang menjamur. Dari yang berjualan dengan cara konvensional hingga dengan cara modern. Para penjual hijab mulai berdatangan ketika fashion muslim sudah mulai memasuki gaya hidup wanita zaman sekarang. Sering kali model hijab mengalami pergantian dan itu terjadi sangat cepat. Dari modelnya, jenis kainnya, hingga warnanya.

Bisnis hijab ini banyak dilakukan oleh wanita dari berbagai umur. Kita bisa menemukan pebisinis hijab wanita dari usia belasan tahun hingga puluhan tahun. Mengingat bisnis ini sangat menjanjikan, maka sering kali orang melakukan bisnis pertamanya untuk berjualan hijab. Dengan alasan, bisnis ini dapat dimulai dengan modal nol rupiah.

Berkat teknologi dan social media, banyak wanita yang berani turun ke dunia bisnis tentunya dengan berjualan hijab. Jika kita menggunakan serach engine dengan kata kunci bisnis hijab, maka akan banyak sekali muncul cara-cara berbisnis hijab. Banyak juga judul yang muncul mengenai kesuksesan para pengguna hijab remaja dalam mengelola bisnis hijabnya.

Positifnya, dengan adanya teknologi semacam ini memang sungguh banyak membantu para wanita untuk mandiri dan mengurangi pengangguran. Kini wanita juga dapat bekerja dan menghasilkan penghasilan sendiri, tanpa meninggalkan rumah dan keluarganya. Selain itu juga membantu memantabkan muslimah yang belum menggunakan hijab, menjadi yakin setelah melihat demo model atau endorser yang mengenakan hijab.

Fenomena semacam ini muncul di awal tahun 2009 hingga kini, jika ditelusuri. Berawal dari desain pin dan bross yang menarik, hingga kepada perkembangan model hijab yang beraneka ragam. Gaya hidup berhijab wanita zaman sekaranglah yang membuat bisnis hijab ini menjamur. Awalnya fenomena ini mendapat sambutan yang hangat luar biasa. Namun lambat laun mulai muncul kontroversi antar pada ulama dan wanita-wanita itu sendiri.

Beberapa pendapat mengatakan bahwa, kini bisnis hijab seakan berubah menjadi komodifikasi. Model hijab yang beraneka ragam didesain hanya untuk menarik calon pembeli saja, sehingga terkadang lepas dari syariat.

Belajar Bisnis dari Pendapat Orang?

Dengan adanya perbedaan jumlah pada dua dekade ini, beberapa orang berani membandingkan antara bisnis hijab zaman dahulu dan sekarang. Dengan perbandingan bisnis hijab zaman dahulu, yang memiliki sedikit penjual dan pembeli hijab. Namun lebih mengedepankan tujuan berhijab sesuai syariat. Sedangkan zaman sekarang, bisnis hijab hanya menjadi komodifikasi yang terus berganti untuk memuaskan konsumen hijaber yang haus akan kebutuhan fashion.

Hijabers tidak perlu khawatir akan mendapatkan penilaian buruk oleh netizen atau siapapun jika berniat untuk berbisnis hijab. Bukankah zaman sekarang adalah zamannya netizen journalism? Dimana orang-orang dapat bebas mengeluarkan pendapatnya tanpa batas. Justru dengan penilaian-penilaian tersebut, Hijabers akan mendapatkan banyak pelajaran dalam berbisnis. Tergantung pintar-pintar dalam menganalisa komentar saja. Jika berniat ingin memulai berbisnis hijab, alangkah baiknya jika melakukan riset pasar yang disesuaikan dengan syariat agama Islam, dan jangan lupa berdoa. Insya Allah bisnis hijabnya akan dipermudah.





 

Writer : Sam

Editor : BL




RELATED ARTICLE