Cara Tepat Menilai Orang Lain | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Cara Tepat Menilai Orang Lain

539 kali dilihat

Terkadang manusia sering menilai orang dari penampilannya. Namun justru penampilan juga terkadang menipu orang yang menilainya. Apakah penampilan dapat dijadikan indikasi bahwa seseorang memiliki intelektual tinggi dan harta yang berlimpah?


Orang yang merendah adalah orang yang bernilai.

Padi, semakin berisi semakin merunduk. Peribahasa ini dapat dijadikan pedoman untuk menilai seseorang bukan dari penampilannya. Biasanya ketika seseorang menjadi kaya, maka ia akan lebih sederhana dalam berpenampilan. Kaya di sini dapat berarti apapun, kaya harta, kaya ilmu, kaya akan pribadi yang baik, kaya akan pemikiran yang positif atau kaya akan keyakinan. Segala kekayaan tersebut justru menjadikan orang semakin memiliki pribadi yang sederhana.

Orang kaya lahir dan batinnya juga jarang ada yang berpakain begitu mencolok dan berlebihan. Dengan alasan, mereka pasti akan menyadari bahwa berpakaian mencolok dan berlebihan justru menimbulkan penilaian akan kurangnya kepercayaan diri. Maka dari itu, mereka memiliki gaya tersendiri untuk terlihat bernilai.

Menilai Orang Untuk Sebuah Pekerjaan

Tempat dalam bekerja memang berpengaruh pada sebuah kenyamanan dalam bekerja. Namun bukan berarti dapat dijadikan indikasi derajad seseorang. Hal ini terkadang menjadi penyebab orang-orang malas bekerja dengan alasan tempat kerjannya biasa-biasa saja. Dalam menilai suatu, alangkah baiknya jika menilai dari tujuan dan niatnya. Dalam artian, percuma saja jika seseorang bekerja di perusahaan yang menimbulkan stigma prestise, namun ternyata niatnya hanya meraup keuntungan dan kekayaan semata. Tanpa adanya niat bekerja karena Allah Ta’Alla, pekerjaan yang prestise dan di tempat yang berkelas akan menjadi sia-sia.

Sebagai Hijabers, perlu membiasakan diri untuk berpikir dengan landasan syariat. Artinya adalah pekerjaan yang orang lakukan tidak lain hanyalah untuk Allah Ta’Alla semata. Pemikiran seperti ini memang bukan merupakan perkara yang mudah. Cara berpikir yang seperti ini perlu diasah dengan membiasakannya. Dengan membiasakan berpikir bahwa pekerjaan yang dilakukan hanya karena Allah Ta’Alla, maka segala pekerjaan akan semakin bermakna. Sekalipun hanya bekerja di rumah saja.

Menilai seseorang itu tidak salah, justru kita harus menilai orang untuk mengetahui bagaimana kita bersikap pada mereka. Namun ketika salah menilai, disitulah letak kesalahannya. Dengan salah menilai maka kita juga akan salah memperlakukan orang. Ketika salah memperlakukan orang, disitulah  kita akan menyakiti perasaan mereka. Mari tepat menilai orang sekitar, don’t judge book by the cover.







Writer : Sam

Editor : BL



RELATED ARTICLE