Tawadu’ dalam Mengikuti Trend Fashion Dunia | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Tawadu’ dalam Mengikuti Trend Fashion Dunia

777 kali dilihat

Dunia fashion terkadang membuat seseorang kalap akan style-style terbaru. Orang-orang berlomba untuk tampil menarik kapan pun dan dimana pun. Tidak sedikit pula yang menginginkan brand high-end dengan harga sangat mahal, untuk terkesan prestis. Tawadu' adalah sifat rendah hati dan tidak sombong. Perlu adanya sifat tawadu’ sebagai Hjabers untuk menghindarkan diri dari sifat prestis berlebih, karena prestis akan memunculkan kesombongan yang Allah Ta’Alla tidak sukai.

 

Hindari menetapkan standar brand

Brand ternama seringnya memberi harga produk mereka dengan harga yang tinggi. Selain itu kualitas motif brand ternama juga terkesan mendiskriminasi kualitas motif lainnya. Dua hal inilah yang menciptakan batas antara pakaian bermerek dan yang biasa. Beberapa orang memang akan tergiur dengan motif yang tidak pasaran. Di sisi lain harganya sangat mahal, sehingga perlu ekstra mengencangkan ikat pinggang untuk menabung uang jika ingin mendapatkannya. Bagi orang yang memiliki penghasilan jauh di atas rata-rata, cukup memungkinkan untuk membeli barang-barang seperti itu. Namun tidak berarti mereka membelinya setiap saat. Ada saat di mana mereka lebih menginginkan pakaian yang terjangkau, yang justru mementingkan fungsinya.

Berbeda jika seorang shopaholic atau pecandu belanja, mereka akan menetapkan standar brand untuk koleksinya dan sisi prestisnya. Sehingga membeli barang-barang tidak bermerek akan sangat enggan. Hal ini sangat berbahaya, karena orang-orang semacam ini akan sulit menyesuaikan suatu keadaan yang datang tiba-tiba.

Bergaya dengan menyesuaikan lingkungan

Indonesia bukanlah negara yang berorientasi pada fashion. Walaupun ada beberapa kota yang perkembangan fashion-nya cukup cepat. Namun tetap saja tidak bisa menyamai Jepang, Perancis, Italia, Inggris bahkan Amerika di mana negara-negara tersebut merupakan pusat fashion dunia. Warga-warganya dapat berjalan menggunakan gaya apapun.

Di beberapa negara yang merupakan icon fashion tersebut banyak sekali ditemukan pernak-pernik, tas, pakaian sepatu hingga topi yang dihargai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Negara-negara tersebut menjadi incaran para pecandu belanja untuk berburu aksesoris dan pakaian. Hal ini tidak menjadi masalah, karena lingkungan sosial di negara-negara tersebut mengilhami kepercayaan akan fashion.

Sebagai warga Indonesia dan umat muslim, akan sangat baik jika menetapkan tujuan mengikuti fashion tidak lain adalah untuk menghargai diri sendiri dan orang lain. Selain itu juga hanya sebatas untuk memberikan kesan rapi dan terawat.

Bergaya Tidak Harus Mahal

Membatasi tujuan berpakaian hanya untuk menghargai diri sendiri, orang lain, memunculkan kesan rapi dan terawat, juga tetap bisa mengikuti trend fashion dunia. Hanya saja Hijabers bisa bereksplorasi dengan gaya-gaya terkini, tanpa menguras kocek. Caranya adalah dengan menggunakan jasa online shop local. Gunakan online shop lokal yang ramah kocek, untuk mengakses model terbaru. Keramahan online shop akan menghindarkan diri dari benda-benda branded yang menguras kocek. Online shop juga memiliki perkembangan fashion cukup cepat dan tentunya mendunia, karena mereka harus berlomba-lomba untuk mendapatkan dan memuaskan banyak pelanggan. Maka dari itu, online shop selalu mengeluarkan barang-barang baru yang sedang menjadi trend dunia.

Jadi Hijabers, kamu dapat menemukan fashion sendiri dalam berbusana tanpa harus selalu mengikuti model trend yang ada saat ini. Be yourself!

 

 

 



 

Writer : Sam

Editor : BL




RELATED ARTICLE