Unlucky Day? Tetaplah Tersenyum | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Unlucky Day? Tetaplah Tersenyum

467 kali dilihat

Beberapa orang mungkin pernah menyadari dirinya sering mengalami unlucky day. Tandanya adalah seseorang akan diserang kejadian-kejadian mengesalkan secara beruntun dalam sehari penuh. Bagi seseorang yang memang sudah terbiasa dengan cobaan-cobaan berat maka ia akan bersikap biasa aja. Berbeda dengan orang yang lebih sering mengalami kebahagiaan bahkan kebeuntungan maka ia bisa sangat terpukul dan shock ketika bertemu dengan unlucky day.

Hari yang cukup membuat gelisah bagi manusia di dunia ini tidak akan pernah bisa dihindari karena setiap orang tidak tahu rahasia Allah Ta’Alla. Unlucky day hanya bisa dihadapi dan dinikmati. Cukup sulit untuk membayangkan, bagaimana bisa menikmati hal yang menyedihkan dan menakutkan. Namun pada kenyataannya, menikmati unlucky day cukup mudah dilakukan. Hanya dengan tersenyum merupakan cara satu-satunya. Mengapa harus tersenyum?

 

Tersenyum menjadikan pikiran menjadi lebih tenang. Ketika menghadapi masalah beruntun, wajib hukumnya bagi seseorang untuk berpikir tenang. Tanpa berpikir tenang, maka orang tersebut akan panik dan tergesa-gesa sehingga terkadang salah dalam mengambil keputusan. Senyumlah hingga ke hati, dan pikirkan bahwa hal menyebalkan yang sedang kita alami adalah sebuah cobaan. Sedangkan Allat Ta’Alla tidak akan member cobaan bagi manusia tanpa sebuah jalan.

Tersenyum mengubah perspektif akan kehidupan. Dalam artian, ketika mengalami unlucky day biasanya seseorang akan cenderung sensitif dan mudah marah. Ketika kemarahan tidak dapat dibendung, maka timbulah perspektif-perspektif kehidupan yang negatif. Segalanya akan dinilai dari sisi negatifnya, jika terlalu sering melakukan penilaian negatif akan berakibat buruk pada sistem pemikiran seseorang. Berbeda halnya jika menghadapi cobaan beruntun dengan senyuman. Tersenyum bisa menjadikan pandangan hidup lebih jernih dan terang. Sehingga seseorang akan lebih mudah berpikir positif dan mengambil hikmah-hikmah dari cobaan yang dialami.

Tersenyum untuk mencairkan suasana. Bayangkan jika salah seorang sedang dilanda unlucky day, ia akan mengumbar amarahnya di depan orang banyak. Secara otomatis, ia juga menyebabkan suasana di sekitar menjadi suram. Namun jika hari tersebut dihadapi dengan senyuman, maka lingkungan sekitar pun akan berubah menjadi lebih hangat dan menyenangkan.

Tersenyum merupakan sunnah Rasul. Allah selalu memberikan kejutan-kejutan pahala bagi perbuatan baik yang jarang disadari. Seperti tersenyum, seseorang yang tersenyum sehingga membuat hati orang lain senang akan mendapatkan pahala bersedekah. Seperti Hadist Hasan dan Shahih At-Tirmidzi yang menerangkan bahwa “senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.” Hadist ini disahihkan oleh Ibnu Hibban, dan dinyatakan hasan oleh at-Tirmidzi dan Syaikh al-Albani dalam “Ash-Shahihah”.

Sedangkan hadist ini juga diperkuat oleh perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri, dalam Hadist Shahih Riwayat Bukhari dan Muslim.

Sebagaimana yang disebutkan oleh sahabat yang mulia, Jarir bin Abdullah al-Bajali radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah melarangku untuk menemui beliau sejak aku masuk Islam, dan beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tidak pernah memandangku kecuali dalam keadaan tersenyum di hadapanku.

Tersenyum demi kesehatan. Terlalu stress karena dihadapkan dengan hari yang menyebalkan dapat menurunkan sistem imun tubuh. Hal ini dapat mengakibatkan seseorang mudah terserang penyakit flu, batuk dan masuk angin. Salah satu cara menanggulanginya adalah tetap tersenyum. Dengan tersenyum, sistem imun tubuh meningkat dan akan melindungi tubuh dari serangan penyakit.

 

Tersenyum juga dapat menanggulangi tekanan darah tinggi. Cara tepat untuk menanggulanginya adalah dengan tersenyum. Hijabers dapat mencobanya sendiri saat bersantai. Cobalah tersenyum selama satu menit, lalu tes tekanan darah kemudian bandingkan tekanan darah sebelum dan sesudah tersenyum. Senyumnya harus dari dalam hati ya.

 

 

 

 

Writer : Sam

Editor : BL



RELATED ARTICLE