×

Tutorial & Life Style

Antisipasi Saat Tsunami Datang

Liani • 12 hari yang lalu

Antisipasi Saat Tsunami Datang

Sebelum mengetahui bagaimana upaya-upaya menyelematkan diri saat tsunami menerjang, ada baiknya kita mengenali sifat-sifat gelombang tsunami. Killer wave (gelombang pembunuh) atau wave trains (kereta gelombang) merupakan sifat yang mesti dikenali dari tsunami.

Gelombang yang tinggi dan menerjang itu, bukanlah air pasang akibat pengaruh  gravitasi bulan, matahari, atau planet-planet lainnya. Tsunami adalah bencana perpindahan tubuh laut akibat adanya perubahan impulsif dasar laut secara vertikal. Perubahan tersebut dipicu oleh gempa bumi, longsor (land slide), maupun letusan gunung yang berada di dalam laut. Dan dari ketiganya, yang paling sering menimbulkan tsunami adalah gempa bumi.

Gelombang tsunami akan mengganas ketika sampai di bibir pantai. Ketinggian yang semula hanya beberapa kaki, bertumpuk, membesar dan meninggi hingga mencapai 10 sampai 30 meter. Berikut, merupakan upaya-upaya untuk menyelamatkan diri dari bencana yang pernah menggerus Aceh tersebut.

Waspadai Bila Gempa Bumi Terjadi
Seperti yang diungkapkan sebelumnya, seringnya tsunami dipicu oleh gempa bumi. Namun, para ahli mengungkapkan, biasanya gempa bumi yang sanggup memicu tsunami berkekuatan di atas 6 skala richter (SR). Meskipun begitu, ada baiknya kita tetap mewaspadai ketika terjadi gempa. Segera keluar dari rumah—bangunan—dan mencari area terbuka dapat menghindarkan kita dari tertimpa reruntuhan bangunan. Lalu, segeralah mencari informasi perihal apakah gempa yang terjadi mengakibatkan tsunami dengan tetap tenang. Sebab kepanikan dapat membuat kita sulit berpikir jernih.

Waspadai Air Laut yang Surut
Bila gempa bumi menyurutkan air laut, bisa dipastikan gempa tersebut mengakibatkan tsunami. Namun, belajar dari pengalaman tsunami Aceh 2004, banyak yang belum mengetahui hal tersebut. Banyaknya orang yang berduyun datang ke pantai untuk melihat fenomena aneh surutnya laut, sehingga  mengakibatkan sejumlah korban meninggal.

Cari Daratan Tinggi
Gelombang tsunami akan menerjang daratan dengan cepat dengan ketinggian air lebih dari 10 meter. Maka, pergilah ke tempat-tempat yang lebih tinggi dari gelombang tersebut. Apabila di dekat Anda ada wilayah perbukitan, segeralah menuju ke sana.

Pohon Kelapa dan Upaya Penyelamatan Diri
Dari pengalaman tsunami Aceh 2004 silam, ditemukan banyak pohon kelapa yang tidak tumbang diterjang gelombang, sementara bangunan porak poranda. Banyak deret pohon itu masih berderet tegak menatap ke arah kelam yang disisakan gelombang. Dan, belajar dari pengalaman lalu, apabila dalam kondisi terdesak, segeralah mencari pohon kelapa dan panjat hingga ke puncaknya.

Jangan Mengurung Diri di Dalam Mobil
Meskipun mobil dapat mengapung pada gelombang. Namun, air dapat masuk di celah-celahnya. Mengurung diri di dalam mobil merupakan pilihan yang salah. Jauh lebih baik Anda keluar dari mobil dan mendaki ke tempat tinggi. Namun, apabila sudah tidak memungkinkan, raihlah benda-benda yang bisa mengapung, seperti perahu karet, sampan, atau kayu-kayu.

 

Apa saja yang perlu diperhatikan saat menyelamatkan diri dari tsunami

Kalau terjadi gempa, tunggu getaran pertama terhenti hingga lebih dari 100 detik. Jika getaran sudah berhenti lebih dari 100 detik, maka :

Segeralah tanpa menunggu pengumuman dengan membawa apa yang ada dibadan kumpulkan peralatan yang bisa membuat kita bisa bertahan hidup seperti kacamata, obat, lampu senter, radio, P3K, dan dompet.

Kemudian berlarilah secepat mungkin ke tempat yang aman, yang cukup tinggi bila tidak ada bangunan beton berlantai minimal 3 bisa menjadi altenatif pengungsian. Jangan mengungsi menggunakan mobil.

Tunggulah selama 6 jam, karena tsunami sering datang berulang kali selama 6 jam. Lewat 6 jam barulah diperbolehkan untuk turun.

 

Login

Register

Login via : Atau melalui Email :
Registrasi via : Atau melalui Email :