×

Kesehatan

Hijabers di AS Perkuat Komunitas Olahraga di Tengah Mayoritas Non-Hijabers

ssyyuli1 • 7 hari yang lalu

Hijabers di AS Perkuat Komunitas Olahraga di Tengah Mayoritas Non-Hijabers

Pastinya Anda selalu menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dengan berolahraga dan mengkonsumsi makanan sehat serta air putih yang cukup. Tentu, dengan mudah Anda dapat bergabung di berbagai sanggar senam yang khusus diperuntukkan bagi wanita. Anda pun dapat dengan mudah melakukan aktifitas olahraga di mana saja dan dengan siapa saja.

Namun, Anda mungkin belum memahami bahwa perjuangan muslimah di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Kanada dan beberapa negara di Eropa lebih sulit saat harus bergabung dengan komunitas olahraga atau klub kebugaran. Salah satu contoh adalah kisah seseorang bernama Ms. Shearson. Ia adalah direktur eksekutif dari organisasi muslimah yang berkantor pusat di Cleveland. "Meluangkan waktu untuk berolahraga saja sulit, karena kesibukan sehari-hari. Apalagi jika harus bergabung dengan klub olahraga karena penampilan kita yang amat berbeda," tuturnya, seperti yang dilansir dari newyorktimes.com. Di AS, hampir tidak ada klub kebugaran atau sanggar senam yang diperuntukkan bagi wanita saja, seperti di Indonesia.

 

Via Ihram.co.id

Menurut wanita yang menjadi mualaf setahun yang lalu ini, ia sempat terkejut saat banyak orang memerhatikannya ketika ia menghabiskan waktu untuk berjogging atau sekedar melakukan peregangan di taman dekat rumahnya. Penampilannya yang berbeda memang mencuri perhatian meski memang ia tidak menerima perlakuan yang tidak semestinya..Ia sendiri sempat merasa kesulitan saat harus berolahraga dengan busana panjang dan hijab karena belum terbiasa.

Seiring dengan bertambahnya populasi penduduk muslim di AS, maka berkembang pula keinginan para muslimah untuk membentuk komunitas olahraga khusus. Salah seorang pelatih kebugaran bernama Mubarakha Ibrahim memiliki ide untuk membuka kelas khusus muslimah. Ia beranggapan bahwa kesehatan adalah salah satu wujud penghargaan manusia akan karya Sang Pencipta. Klub kebugaran miliknya itu justru lebih banyak beranggotakan para penganut ajaran ortodoks. Ia pun telah membuka cabang dimana saja karena peminat yang semakin banyak. Karena itulah, dia juga menambah kelas, yakni yoga, kickboxing, dan juga aerobik dalam air.

Tetapi, banyak juga muslimah di AS yang memilih untuk melatih kebugaran di rumah saja, dengan memiliki seperangkat peralatan olahraga di rumah seperti treadmill, sepeda statis dan juga dumbel. Mereka cenderung berolahraga di rumah karena klub kebugaran khusus wanita tidak selalu ada di setiap kota, bahkan negara bagian. Terlebih, mereka memiliki waktu yang terbatas untuk keluar rumah karena memiliki anak yang masih berusia balita.

 

Via Americannisa-wordpress.com

 

Tren hidup sehat muslimah di AS tidak hanya menjadi milik para ibu-ibu, tetapi juga mereka yang masih muda. Salah satu contoh adalah mahasiswi muslimah yang bernama Umm Sahir Ameer. Ia berusia 27 tahun dan masih aktif kuliah. Ia dan beberapa rekan muslimah di kampus memiliki inisiatif untuk membentuk klub Muslimah Strive Running-Walking Group. Tentu, anggotanya adalah mahasiswi muslimah di kampus tersebut meski tidak menutup diri untuk mereka yang juga ingin bergabung serta memiliki misi yang sama.

Nah kalau mereka saja memiliki semangat kuat di tengah keterbatasan, mengapa kita justru enggan berolahraga? Mereka dapat menjadi inspirasi kita yang justru punya banyak waktu serta fasilitas untuk tetap hidup sehat, dengan harga yang murah tentunya. Bahkan berjalan kaki secara rutin pun tidak perlu biaya. Saat ini, kecenderungan dari kebanyakan warga Indonesia adalah naik kendaraan roda dua meskipun untuk menuju tempat yang kurang dari 500km. Ngaku saja, tidakkah Anda naik motor saat akan ke minimarket terdekat? Di negara-negara maju, budaya berjalan kaki dan naik sepeda sudah digalakkan sejak satu dekade terakhir, dimana mereka juga meminimalisir penggunaan mobil demi kebersihan lingkungan dari polusi, serta meningkatkan kesehatan tubuh dengan berjalan kaki dari halte bis ke tempat kerja.

Tulis Komentar
Logo-DH

Login

Register

Login via : Atau melalui Email :
Registrasi via : Atau melalui Email :