×

Kesehatan

Kadar Garam dan Gula Tinggi Perparah Migrain Anda

Liani • 10 hari yang lalu

Kadar Garam dan Gula Tinggi Perparah Migrain Anda

Tidak banyak yang menyangka bahwa kadar garam dan gula yang terlalu tinggi merupakan racun yang paling mengerikan saat berada di dalam tubuh manusia. Saat manusia memiliki salah satunya, entah kadar garam atau gula dalam tubuh atau bahkan keduanyamaka mereka dapat dipastikan akan merasakan pusing atau migrain cukup sering.

Contoh paling akurat dapat dilihat pada tanda-tanda seseorang yang mengalami tekanan darah tinggi, dimana ia sedang mengalami peningkatan kadar garam dalam tubuh yang dapat menyebabkan pusing secara berlebihan. Pemicunya adalah berlebihnya konsumsi makanan  dengan kadar garam tinggi, dimana tubuh manusia menampung terlalu banyak air. Hal ini menyebabkan tekanan darah naik dengan pengaruh yang sangat tinggi akan fungsi kerja hati. Di saat yang sama pula, hati, otak dan ginjal juga ikut bermasalah.

 

Perhatikan Asupan Garam

D

Via Pedulisehat.com

Asupan garam yang pas dalam sehari seharusnya berada pada kisaran 1500 mg dan 2300 mg. Sayangnya, sepotong sandwhich dapat mengandung kurang lebih 450 mg, apapun isi dari sandwhich. Kadar garam untuk burger dan hotdog yang disajikan di restoran cepat saji justru memiiki kadar garam yang jauh lebih tinggi. Hal inilah yang menyebabkan mengapa mengkonsumsi makanan di resto cepat saji tidak disarankan dalam kurun waktu yang terlalu dekat. Justru, sebaiknya benar-benar dihindari demi alasan tersebut diatas.

Hal serupa berlaku pula pada kadar gula dalam makanan atau minuman yang tersaji di resto cepat saji. Tentu gula yang digunakan juga belum tentu gula murni. Banyak resto memaksimalkan gula kimia karena mereka harus menyajikan minuman dalam jumlah besar.

 

Cara Pas Menghindari Kadar Garam Berlebih

Di luar negeri, kebiasaan membuat sendiri roti untuk dikonsumsi pribadi sudah banyak dilakukan, dimana mereka menghindari roti yang dijual secara bebas. Hal ini mungkin belum dapat dilakukan di Indonesia. Namun jangan khawatir, produk roti di Indonesia tidak memiliki kandungan garam setinggi produk roti di beberapa negara di Eropa atau AS dan Kanada. Produk roti di tanah air kebanyakan mengandalkan tepung sebagai bahan baku utama. Jika Anda seorang penggemar roti, alangkah baiknya memiliki breadmaker atau alat pembuat roti yang saat ini sudah banyak dijual di Indonesia. Selain menyehatkan dan higienis, Anda dapat menyesuaikan rasa sesuai selera Anda.

Penggunaan garam pada masakan justru harus lebih diperhatikan, karena hampir semua masakan dari berbagai daerah di Indonesia mengandung banyak garam. Hati-hati pula saat makan di luar, terutama masakan seperti bakso, soto, dll. Pastinya, garam yang dipergunakan adalah dalam jumlah yang besar, belum termasuk monosodium glutamate sebagai penguat rasa.

Via Hellosehat.com

Alangkah baiknya pula garam dicampurkan pada masakan setelah masakan tersebut disajikan di atas meja makan, bukan saat masakan tersebut diolah di atas tungku. Hal ini untuk menghindari kadar sodium berlebih yang akan muncul saat garam dipanaskan. 

Tentu saja, penggunaan gula juga harus diperhatikan. Jika kadar gula Anda normal, Anda harus mempertahankannya dengan terus menjaga makanan dan minuman yang Anda konsumsi. Seiring dengan bertambahnya usia, tubuh tidak dapat memaksimalkan glukosa dalam tubuh sehingga kadar gula berlebih tidak dapat dihindari.

Pastikan diet gula dan garam telah Anda mulai sejak saat ini, karena semakin lama Anda menundanya, semakin sulit Anda melepaskan keinginan untuk menyantap makanan dengan kadar gula dan garam yang tinggi. Migrain dan sakit kepala tanpa sebab pun dapat diusir jauh-jauh.

Tulis Komentar
Logo-DH

Login

Register

Login via : Atau melalui Email :
Registrasi via : Atau melalui Email :