×

Motivasi Islami

Kisah Hijabers yang Rela Jadi Satpam Demi Membantu Orang Tuanya

adminadmin • 10 bulan yang lalu

Orang tua memang biasanya rela berkorban demi memberi kesehjateraan bagi si buah hatinya. Namun, sebagai anak biasanya kita juga akan rela membantu meringankan pekerjaan orang tua dan rela berkorban demi dapat membahagiakan orang tuanya. Kisah inspiratif ini datang dari hijabers cantik dan soleha, Sri Wahyuni Munif yang memutuskan berhenti sekolah karena ingin membantu orang tuanya dalam hal mencari nafkah.

Wanita muda ini mengaku tidak malu menjadi seorang satpam karena menurut beliau yang penting dapat membantu orang tuanya dengan pekerjaan yang halal. Yuni menuturkan bahwa ia pun rela mengambil profesi satpam demi bisa membantu biaya sekolah adiknya dan menjadi tulang punggung keluarga agar kedua orang tuanya bisa sedikit terbantu dengan biayanya.

Via Instagram @srimahyunimunif

Hijabers cantik ini menceritakan bahwa ia sudah putus sekolah sejak 5 (lima) tahun lalu karena ingin membantu ayahnya yang sekarang sedang sakit-sakitan. Dengan umur sang ayah yang sudah memasuki usia 54 tahun dan fisik yang kurang sehat, beliau pun sudah tidak terlalu berdaya untuk bekerja berat ketika menjadi buruh di sebuah perusahaan.

Kecintaannya pada orang tuanya membuat Yuni mengambil langkah untuk meminta ayahnya istirahat dan digantikan oleh ia pun sendiri walaupun rela berhenti sekolah untuk bekerja dan membantu ayahnya, serta berencana untuk membantu ibunya yang bekerja di restoran. Walaupun sempat ditentang oleh sang ayah untuk berhenti sekolah, namun Yuni tidak gentar dan malah berusaha meyakinkan kedua orangtuanya tentang keputusannya tersebut.

Via Instagram @srimahyunimunif

Sebelumnya, Yuni juga pernah berjualan, bekerja di toko sampai akhirnya menjadi satpam di Sekolah Kebangsaan Jalan Gurney 1, Kuala Lumpur, Malaysia sejak awal tahun 2016. Ia pun memilih profesi sebagai satpam karena kecintaannya terhadap anak kecil. Tak jarang, ia pun mengatakan bahwa bekerja menjadi satpam melatih banyak kesabaran terutama dari omongan orang di sekitarnya kalau pekerjaan tersebut masih direndahkan oleh orang banyak.

"Kadang ada ibu atau bapak melanggar peraturan dan tidak mau mendengar arahanku. Mereka menanggap aku lebih rendah dari mereka. Tapi aku tak terlalu memusingkannya, aku memilih mengalihkan perhatian dengan bermain bersama anaka-anak. Bahkan mereka suka menangis ketika tamat sekolah karena akan berpisah denganku," cerita Yuni.

Via Instagram @srimahyunimunif

Kisah Yuni sebagai satpam menjadi viral setelah fotonya yang mengenakan seragam petugas keamanan di Malaysia diunggah ke Facebook. Paras manisnya mampu mengundang netizen untuk berkomentar.

Sosok Yuni banyak mendapat pujian dan pandangan positif dari warga net. Banyak dari masyarakat mengatakan bahwa Yuni adalah sosok anak inspiratif dan juga baik karena mau membantu orang tuanya dan tidak malu bekerja sebagai seorang satpam di usianya yang masih sangat muda. Di tengah hingar bingar muda mudi yang lebih peduli dengan gaya hidup mewah ala media sosial, Yuni memang menjadi sosok yang patut dicontoh karena memiliki kegigihan di usia muda.

Login

Register

Login via : Atau melalui Email :
Registrasi via : Atau melalui Email :