×

Healthy

Kurangi Makan Telor Setengah Matang Risiko Keracunan Bakteri Salmonella

Liani • 3 bulan yang lalu

Kurangi Makan Telor Setengah Matang Risiko Keracunan Bakteri Salmonella

Telur mengandung banyak nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh kita, seperti protein, lemak, riboflavin, kolin, lutein, zeaxanthin, selenium, dan sebagainya. Nah, nutrisi-nutrisi ini membuat telur menjadi salah satu menu sarapan yang sangat direkomendasikan. Tidak hanya itu, kuning telur mengandung banyak komponen bernama lesitin yang efektif menangkal sklerosis karena memiliki sifat meredam kadar kolesterol.

Tidak sampai disitu saja, kuning telur pun memuat asam amino dan deretan asam lemak yang sangat penting untuk perkembangan otak kita. Kuning telur pun mengandung karbohidrat, vitamin, serta mineral. Salah dua vitamin yang ada di dalam kuning telur ada vitamin A dan vitamin B12 yang dimana vitamin A sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk mempertahanakan kesehatan kulit, gigi, dan tulang. Sedangkan vitamin B12 berperan penting untuk metabolism tubuh serta bertugas untuk memastikan agar sistem saraf dalam tubuh berfungsi dengan baik.

Atas dasar tidak ingin merusak, menghilangkan, ataupun mengurangi kandungan-kandungan penting dalam telur inilah yang menjadikan banyak orang seringkali mengkonsumsi telur setengah matang. Tapi selayaknya koin dengan dua mata sisi, ada bahaya yang ditimbulkan dari mengkonsumsi telur setengah matang. Apa sih bahaya dari mengkonsumsi telur setengah matang?

Nah, seperti yang sudah kita ketahui, Teens, telur ayam dan bebek khususnya sangat rentan terjangkit bakteri Salmonella. Bakteri Salmonella ini tidak hanya menjangkit telur-telur yang cangkangnya rusak ataupun retak, tetapi juga telur-telur yang kulitnya terlihat bersih dan mulus. Lihat langkah pertama untuk mempelajari cara mengobati dan mencegah keracunan salmonella.

Via Sindonews

Mendiagnosis Keracunan Salmonella

Lakukan identifikasi gejala. Infeksi Salmonella biasanya terjadi karena mengonsumsi telur mentah atau produk daging yang terkontaminasi dengan bakteri. Terdapat masa inkubasi dari beberapa jam hingga 2 hari, diikuti dengan beberapa gejala yang pada umumnya dapat diklasifikasi sebagai gastroenteritis, radang lambung atau usus. Berikut adalah gejala umum yang terjadi akibat infeksi salmonella:

Muntah

Mual

Diare

Panas dingin

Demam

Sakit kepala

Darah dalam feses

Ketahui kapan saatnya untuk mengunjungi dokter. Meskipun salmonella pada umumnya tidak mengakibatkan risiko kesehatan yang tinggi, namun individu dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah seperti penderita AIDS, penyakit sel sabit atau penyakit radang usus akan mengalami peningkatan risiko dari komplikasi keracunan salmonella. Anak-anak dan orang lanjut usia juga berkemungkinan mengalami komplikasi yang serius. Jika gejala tersebut tidak mereda dan orang tersebut berada di kelompok yang memiliki risiko tinggi, maka disarankan untuk segera mengunjungi dokter. Anda harus segera mencari pertolongan medis jika Anda atau orang yang Anda khawatirkan mengalami hal berikut:

Dehidrasi, menyebabkan penurunan produksi urin dan air mata, mulut menjadi kering, dan mata cekung

Gejala dari bacteremia, sebuah kondisi dimana salmonella masuk ke dalam saluran darah dan menginfeksi jaringan tubuh di dalam otak, sumsum tulang belakang, hati dan sumsum tulang. Panas tinggi secara mendadak, menggigil kedinginan, denyut jantung yang cepat dan rasa sakit yang berlebihan merupakan gejala dari penyakit ini.

Mendiagnosis Keracunan Salmonella

Lakukan identifikasi gejala. Infeksi Salmonella biasanya terjadi karena mengonsumsi telur mentah atau produk daging yang terkontaminasi dengan bakteri. Terdapat masa inkubasi dari beberapa jam hingga 2 hari, diikuti dengan beberapa gejala yang pada umumnya dapat diklasifikasi sebagai gastroenteritis, radang lambung atau usus. Berikut adalah gejala umum yang terjadi akibat infeksi salmonella:

Muntah

Mual

Diare

Panas dingin

Demam

Sakit kepala

Darah dalam feses

 

Ketahui kapan saatnya untuk mengunjungi dokter. Meskipun salmonella pada umumnya tidak mengakibatkan risiko kesehatan yang tinggi, namun individu dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah seperti penderita AIDS, penyakit sel sabit atau penyakit radang usus akan mengalami peningkatan risiko dari komplikasi keracunan salmonella. Anak-anak dan orang lanjut usia juga berkemungkinan mengalami komplikasi yang serius. Jika gejala tersebut tidak mereda dan orang tersebut berada di kelompok yang memiliki risiko tinggi, maka disarankan untuk segera mengunjungi dokter. Anda harus segera mencari pertolongan medis jika Anda atau orang yang Anda khawatirkan mengalami hal berikut:

Dehidrasi, menyebabkan penurunan produksi urin dan air mata, mulut menjadi kering, dan mata cekung.

Gejala dari bacteremia, sebuah kondisi dimana salmonella masuk ke dalam saluran darah dan menginfeksi jaringan tubuh di dalam otak, sumsum tulang belakang, hati dan sumsum tulang. Panas tinggi secara mendadak, menggigil kedinginan, denyut jantung yang cepat dan rasa sakit yang berlebihan merupakan gejala dari penyakit ini.

 

Lakukan tes infeksi salmonella. Dokter akan mengkaji gejala Anda dan nasihat yang pada umumnya diberikan adalah lebih banyak minum dan beristirahat sampai gejala itu menghilang - pada umumnya, ini akan terjadi setelah beberapa saat. Jika dokter menyatakan perlu menjalankan tes maka contoh feses akan diuji untuk melihat apakah terdapat kandungan salmonella.

 

 

Login

Register

Login via : Atau melalui Email :
Registrasi via : Atau melalui Email :