×

Healthy

Mengidap Tripanofobia Ternyata Takut Disuntik

Liani • 4 hari yang lalu

Mengidap Tripanofobia Ternyata Takut Disuntik

Penyebab orang takut dengan jarum suntik paling dasar adalah rasa sakit yang ditimbulkan ketika jarum masuk menembus kulit dan daging. Selain itu, takut disuntik juga bisa disebabkan oleh trauma, misalnya trauma saat disuntik dokter sewaktu kecil. Saat disuntik, dokter mungkin melakukan dengan tidak lembut dan pelan-pelan sehingga menimbulkan rasa sakit. Alhasil, seseorang jadi trauma atau takut disuntik hingga dewasa.

Sementara itu, fobia disuntik bisa jadi disebabkan karena beberapa hal meskipun belum diketahui penyebab pastinya. Para peneliti meyakini, bahwa 80% orang yang fobia jarum suntik disebabkan karena turunan. Maksudnya, kemungkinan penderita fobia tidak hanya seseorang itu sendiri saja. Bisa jadi ada sanak saudara yang memiliki fobia sama.

Namun, ada kemungkinan bahwa rasa takut itu lebih banyak disebabkan oleh bayang-bayang rasa sakit daripada diwariskan secara biologis. Beberapa psikolog percaya bahwa rasa takut disuntik mungkin berawal dari pikiran bahwa luka tusukan pasti berbahaya bahkan sampai mematika

Sebuah video yang viral beberapa hari lalu memperlihatkan seorang anak yang ketakutan disuntik. Sang anak akhirnya menyanyikan potongan lagu Ddu-Du Ddu-Du milik girlgroup K-Pop Blackpink, untuk mengusir rasa takutnya.

Rasa takut terhadap jarum suntik ternyata tak hanya dirasakan anak, orang dewasa juga bisa mengalami ketakutan tersebut.

Para dokter hingga sekarang belum mengetahui kondisi yang disebut tripanofobia tersebut. Dikutip dari Health Line, tripanofobia adalah ketakutan berlebihan pada prosedur medis yang menggunakan suntikan atau jarum yang menembus kulit. 

Tripanofobia biasanya dipicu trauma masa kecil terhadap jarum suntik, yang dialami diri sendiri atau orang dekat. Sensasi takut umumnya baru muncul saat jarum mengenai permukaan kulit. Sensasi sakit atau aneh akibat jarum suntik menyebabkan pengidap tripanofobia mengalami serangan panik, kenaikan tekanan darah, detak jantung makin cepat, nangis, atau teriak. Reaksi lain yang kerap muncul adalah kehilangan kesadaran atau langsung lari menghindari prosedur medis. 
Pengidap tripanofobia sebaiknya segera menjalani terapi, karena berisiko menyulitkan tenaga kesehatan bila memerlukan pengobatan. Dokter biasanya melakukan beberapa uji terlebih dulu, sebelum merujuknya pada dokter dengan bidang ilmu terkait. Hasil diagnosa dokter menentukan bentuk terapi yang diperlukan pasien.

Beberapa bentuk terapi yang biasanya disarankan adalah pengobatan medis, terapi paparan, dan cognitive behavioral therapy (CBT). Pengobatan medis biasanya menjadi opsi terakhir bila pasien sangat tertekan hingga tidak merespon terapi. Pengobatan juga diberikan pada pasien saat melakukan tes darah dalam proses penegakan diagnosa, yang biasanya menggunakan jarum untuk pengambilan sampel.

 

Login

Register

Login via : Atau melalui Email :
Registrasi via : Atau melalui Email :