×

Food

Menu Baru “Gorengan Udara”

Liani • 12 hari yang lalu

Menu Baru “Gorengan Udara”

Dari asal muasal, gorengan jelas berutang budi pada kebudayaan Mesir. Orang Nusantara juga menyerap pengaruh kebudayaan Cina lewat teknik menggoreng maupun menumis. Perkara istilah pun demikian. Orang Jawa Timur yang datang ke Jakarta jelas bingung saat tahu bakwan adalah gorengan sayur mayur.Sebuah restoran di kota Castelfranco Veneto, Italia, menemukan ide pintar untuk memanjakan para tamu dengan hidangan uniknya.

Sebenarnya, gorengan bukanlah jenis makanan kemarin sore. Teknik menggoreng dengan minyak banyak sudah ada sejak lama. Dalam buku A History of Food (2008), teknik menggoreng dalam minyak banyak, alias deep frying, sudah dipakai sejak 1200 SM di Mesir.

Dari Mesir, teknik ini kemudian menyebar ke seluruh dunia. Sekarang, hampir seluruh negara punya jenis gorengan masing-masing. Ada tempura dari Jepang. Yang digoreng mulai dari terong, ubi, pisang, hingga udang. Dari Korea ada twigim. Di Inggris, jenis masakan 'nasional' adalah kombo gorengan, yakni fish and chips. Ikan dibalur adonan tepung basah, kemudian digoreng hingga kuning keemasan, kemudian disajikan dengan kentang goreng.

Mereka membuat menu yang sangat unik dan membuat banyak orang penasaran yaitu fried air atau gorengan udara.Sang kepala koki di Feva Restaurant, Nicola Dinato, memang membuat menu tersebut untuk menawarkan camilan yang berbeda pada para pelanggannya.Yakni merasakan sensasi berada di luar ruangan dan menghirup udara segar dalam hidangannya itu.

Nama ini agak menyesatkan, karena camilan renyah ini sebenarnya terbuat dari kulit tapioka yang dipanggang dan kemudian digoreng. Namun, ada udara yang 'terlibat' dalam proses memasaknya, yaitu dibantu dengan ozon. Penasaran?

 

 

Login

Register

Login via : Atau melalui Email :
Registrasi via : Atau melalui Email :