×

Healthy

Stigma Wanita yang Belum Menikah di Usia 30 Tahun

Liani • 2 bulan yang lalu

Stigma Wanita yang Belum Menikah di Usia 30 Tahun

Zaman modern ini, seolah-olah menikah dijadikan sebuah kewajiban untuk ditunaikan orang-orang yang telah cukup umur. Usia ideal pernikahan adalah 25-30, karena dianggap belum terlalu terlambat untuk memiliki anak.Apalagi untuk seorang perempuan, menikah haruslah jangan mengulur-ngulur waktu.

Karena di Indonesia, wanita yang menunda pernikahan hingga berumur, tak jarang akan menuai stigma negatif. Tahukah kamu apa yang akan terjadi jika kamu tidak kunjung menikah hingga usia 35 tahun? Mungkin kamu terlalu menikmati kesendirianmu dan tidak pernah tertarik dalam sebuah pernikahan.Dalam sebuah survei, banyak pria dan wanita yang belum menikah usia 35-40 tahun dan berasal dari latar belakang perkotaan mengakui mereka hampir kehilangan hasrat untuk menikah

Anggapan sebagian orang bahwa saya telanjur sibuk dalam pencarian jenjang karier dan tidak lagi tertarik mencari jodoh hanyalah apa yang mereka terka tanpa ada klarifikasi apapun dengan saya. Ya, saya tidak mau ambil pusing dengan segala anggapan klasik seperti demikian pada setiap wanita berumur 30-an yang belum menikah. 

Saya pun memahami perilaku masyarakat ini yang memang lebih senang menghakimi daripada introspeksi diri, lebih suka berbicara daripada mendengarkan dan lebih memilih sibuk mengurusi persoalan orang lain ketimbang mencari solusi atas persoalannya sendiri.

Menginjak usia 30 tahun bagi wanita yang belum berkeluarga dianggap rentan dan tabu, khususnya di negara-negara Asia di mana kultur budaya setempat masih mengakar kuat. Rasa keingintahuan para sahabat dan orang sekitar, serbuan pertanyaan dari keluarga besar, label “perawan tua” yang selalu menjadi momok kemanapun kita melangkah di negeri ini. Mengapa di negara barat tidak ada anggapan demikian bagi para wanita ini? Mengapa masyarakat kita begitu meresahkan hal yang berada dalam teritori privasi seseorang?

Betapapun penjelasan yang diberikan, tetap tidak dapat menghapus stereotip dalam masyarakat bahwa wanita single 30-an ini bisa jadi seorang penyuka sesama jenis, pengejar karier yang ambisius, kriteria pendamping yang terlampau tinggi, lebih suka menjadi pelakor dan serangkaian stigma negatif lainnya. Terbersitkah dalam pikiran Anda bagaimana perasaan si wanita saat segala anggapan itu tidaklah benar? Haruskah mempersalahkan Sang Pencipta yang berkuasa atas hidup, maut, dan jodoh seseorang?

Belum juga gunjingan dan omongan dari kanan kiri, tentu bakal sangat mengganggu.

Fakta 1

Setiap hubungan pasti ada sebuah batas untuk berpisah, entah itu cerai atau meninggal.Hal ini merupakan sebuah kendala untuk setiap pasangan yang bersifat mengikat.Bila kamu sudah terbiasa hidup tanpa kendala semacam ini, pertanyaannya, apakah kamu benar-benar siap untuk tiba-tiba menikah dan hidup dengan keterbatasan itu?Orang lain akan dengan mudah meragukanmu.

Fakta 2

Meskipun pernikahan memberi kegembiraan pada awalnya, hal itu juga bisa menimbulkan stres, beban, pasang surut, dan masalah lain. Berbeda dengan melajang yang bebas stres dan beban, serta serba mandiriNah, sekarang siapa yang akan mengobarkan kebebasan itu dengan menikah?


Fakta 3

Hidup lajang itu fleksibel, kamu bisa kemanapun sesuka hatimu.Tabunganmu pun juga akan utuh tak tersentuh kebutuhan buat beli susu bayi atau keperluan rumah tangga lain.Setiap keputusan yang kamu buat tak akan memengaruhi siapapun jika kamu hidup sendiri.

Fakta 4

Jika kamu masih lajang hingga usia setua ini, kamu akan memiliki banyak tingkat fokus dan energi untuk menjadi produktif dan hidup sesuai hasrat sendiri

.
Fakta 5

Jika kamu jomblo terlalu lama, mungkin kamu benar-benar tidak akan tertarik untuk dikontrol pasngan setelah menikah.

Fakta 6

Setelah terbiasa hidup bahagia sendiri hingga usia 35, kamu akan membenci gaya hidup normal orang lain. Hal ini berlaku terutama jika kamu melihat sepasang kekasih atau suami istri yang selalu bertengkar.Doktrin tak mau hidup ribet dan frustasi pun mengakar di otak.

Fakta 7

Hal terbaik menjadi jomblo awet adalah kamu bisa pergi dan kencan dengan siapa saja dan kapan saja.Mungkin inilah sebabnya banyak pria di perkotaan yang betah lama-lama melajangMenjadi lajang memang banyak hal yang bisa kamu dapatkan. Dari yang positif hingga yang negatif tentunya akan datang pula.

 

Tips : Apapun itu tetap jalani hidup dengan semangat dan biarkan Tuhan yang Maha Segalanya bekerja dalam segala rencana. Dia tidaklah buta atas kerinduan hati seseorang akan hadirnya pasangan hidup.

 



Login

Register

Login via : Atau melalui Email :
Registrasi via : Atau melalui Email :