×

Viral Today

Tak Efektif, Pencarian Korban KM Sinar Bangun Resmi Dihentikan

Liani • 2 bulan yang lalu

Tak Efektif, Pencarian Korban KM Sinar Bangun Resmi Dihentikan

Pencarian korban kecelakaan KM Sinar Bangun di Danau Toba, salah satu danau terdalam di dunia, resmi dihentikan Selasa (03/07). Pihak otoritas mengatakan hal ini disepakati setelah diskusi yang "intens" dengan keluarga korban. Akhir dari upaya pencarian diiringi dengan doa, tabur bunga di Danau Toba dan upacara peletakan batu pertama untuk pembangunan monumen korban KM Sinar Bangun.

Kepala SAR Medan sekaligus Koordinator Tim Pencarian KM Sinar Bangun, Budiawan, menjelaskan alasannya kepada detikcom, Selasa. Penghentian pencarian diawali perundingan antara pihak pemerintah dan keluarga korban pada hari ke-13 pencarian atau Sabtu (30/6) lalu.   

KM Sinar Bangun, feri kayu yang membawa penumpang lima kali lebih banyak dari jumlah seharusnya dan juga puluhan sepeda motor, tenggelam pada 18 Jun Jumlah resmi yang disampaikan oleh otoritas pada Selasa adalah 21 korban selamat termasuk kapten kapal, 3 korban tewas yang ditemukan dan 164 hilang, diduga tenggelam."Di hari ke-13, kita coba berunding sama Bupati (Simalungun) dan keluarga korban. Kalau mau mengambil ya kita siapkan dana besar, peralatan yang canggih dan perlu waktu yang lama," kata Budiawan.

Pertimbangan kesulitan dalam mengangkat jenazah dari dasar danau menjadi pembahasan bersama. Alat Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV) yang dioperasikan dari jarak jauh minggu lalu berhasil menemukan posisi keram kapal pada kedalaman 450 meter serta memotret gambar tubuh dan sepeda motor di dasar danau.

Dengan penghentian pencarian. menurut Budiawan, maka seluruh pencari, baik dari militer hingga kepolisian, akan ditarik dari Parapat. Tim SAR setempat, personel Polairut Polres Samosir, dan Koramil 01/Simanindo yang akan menggelar patroli rutin di Danau Toba. "Jika ada korban yang mengambang akan kami evakuasi. Kami juga akan menerima informasi dari masyarakat," tuturnya.

Budiawan menyebut lembaganya memiliki dua perahu karet untuk patroli rutin di Danau Toba.

Operasi pencarian KM Sinar Bangun berlangsung selama 16 hari dan Basarnas menyatakan sebanyak 164 penumpang belum ditemukan. Angka korban hilang itu muncul meski awak kapal tak membuat manifes saat hendak berlayar dari Tigaras menuju Simanindo.

Selama pencarian, 21 penumpang diselamatkan semenara tiga penumpang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.Pekan lalu, platform robotik bawah permukaan air sempat digunakan oleh tim pencari dapat memotret citra jenazah dan kendaraan yang diduga diangkut KM Sinar Bangun namun robot itu disebut tersangkut tali yang melilit di sekitar bangkai kapal. Penghentian operasi pencarian ditandai dengan prosesi tabur bunga dan peletakan batu pertama monumen korban KM Sinar Bangun di Pelabuhan Tigaras

 

Login

Register

Login via : Atau melalui Email :
Registrasi via : Atau melalui Email :