×

Viral Today

Warga Temukan 2 Ekor Arapaima , Pemilik Memberi Keterangan Palsu

Liani • 2 bulan yang lalu

Warga Temukan 2 Ekor Arapaima , Pemilik Memberi Keterangan Palsu


Arapaimapirarucu, atau paiche (Arapaima gigas) adalah jenis ikan air tawar terbesar di dunia yang berasal dari perairan daerah tropis Amerika Serikat. Ikan Arapaima dapat tumbuh maksimal sepanjang 3 meter dan berat 200 kilogram. Saat ini sudah sangat jarang terdapat arapaima yang berukuran lebih dari 2 meter karena ikan ini sering ditangkapi untuk dikonsumsi penduduk atau diekspor ke negara lain.

Makhluk yang dianggap sebagai salah satu jenis ikan purba ini ternyata merupakan ikan air tawar terbesar di dunia. Ikan yang habitatnya di Sungai Amazon, Amerika Selatan, ini kabarnya memiliki panjang hingga 4,5 meter. Arapaima Gigas termasuk jenis ikan purba yang tidak berevolusi dan tidak terancam punah. Jenis ikan ini berkembang biak dengan aman karena Sungai Amazon yang menjadi habitatnya terjaga kelestariannya.Bagi kita yang ada di Indonesia, bisa menyaksikan ikan ini di akuarium Museum Air Tawar, Taman Mini Indonesia Indah. Hanya saja, Arapaima Gigas yang hidup di aquarium biasanya tidak sebesar yang hidup di alam liar.

Lembaga Konservasi Lahan Basah (Ecoton) menyebut, pemilik Ikan Araipama Gigas memberikan keterangan palsu tentang jumlah arapaima yang disebar di aliran Sungai Brantas. Semula, sambung dia, pemilik ikan arapaima mengaku kepada penyidik Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Surabaya, ada 8 ekor yang dilepas. Kemudian diralat 18 ekor. "Tapi sampai kemarin yang ditemukan sampai 20 ekor," ujar Rully.

Via Iderfal.blogspot.com

Balai Karantina Ikan Dan Pengendalian Mutu Surabaya sendiri sudah memeriksa sejumlah saksi atas beredarnya ikan predator tersebut. Termasuk seorang warga Desa Canggu, Kecamatan Jetis, Mojokerto yang disebut seorang kolektor ikan arapaima gigas.

Sampai hari ini, kolektor tersebut masih memiliki 30 ekor ikan arapaima gigas di rumahnya. 
Namun sudah diserahkan ke pemerintah dalam hal ini Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu.

Tersebarnya ikan arapaima di aliran Sungai Brantas disebut akan merusak ekosistem karena sifat ikan arapaima yang predator. Sesuai peraturan Menteri Kalautan dan Perikanan Nomor 41 Tahun 2014, ada 152 jenis ikan yang dilarang masuk di perairan Indonesia, termasuk di antaranya Ikan araipama gigas. (Ach

Namun sudah diserahkan ke pemerintah dalam hal ini Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu. Tersebarnya ikan arapaima di aliran Sungai Brantas disebut akan merusak ekosistem karena sifat ikan arapaima yang predator. Sesuai peraturan Menteri Kalautan dan Perikanan Nomor 41 Tahun 2014, ada 152 jenis ikan yang dilarang masuk di perairan Indonesia, termasuk di antaranya Ikan araipama gigas.


Login

Register

Login via : Atau melalui Email :
Registrasi via : Atau melalui Email :