×

Traveling

Wisata Religi ke Masjid Tertua Di Indonesia

Liani • 1 bulan yang lalu

Wisata Religi ke Masjid Tertua Di Indonesia

Agama Islam diperkirakan mulai masuk ke Nusantara sekitar abad ke-11. Sejak saat itu, Islam terus berkembang hingga menjadi agama terbesar di Indonesia.Perkembangan Islam di Tanah Air dibuktikan dengan berdirinya banyak masjid di berbagai daerah.

Warga beraktivitas di sekitar Masjid Kayu Jao, Kecamatan Gunung Talang, Kab.Solok, Sumatera Barat, Sabtu (11/5/2019).Masjid Kayu Jao ini tercatat sebagai masjid tertua kedua di Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1567 dan sekarang menjadi cagar budaya sekaligus objek wisata religi di provinsi itu.­­­­ Berikut masjid tertua di Indonesia.

MASJID SAKA TUNGGAL, BANYUMAS JAWA TENGAH (1288)

Masjid Saka Tunggal berlokasi di Jawa Tengah, tepatnya di Desa Cikakak kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. Tiang Utama (Saka Guru) masjid ini mencatat tentang tahun berdirinya, yaitu pada 1288. Sebenarnya keterangan lengkap tentang berdirinya masjid ini tertulis dalam buku-buku yang dibuat oleh Kyai Mustolih yang juga pendiri masjid. Tapi sayang buku ini sudah hilang entah ke mana. Masjid ini disebut Saka Tunggal karena awalnya tiang yang digunakan untuk membangun masjid ini memang hanya satu. Pilar tunggal ini kabarnya melambangkan bahwa hanya ada satu Tuhan yaitu Allah SWT.

MASJID WAPAUWE, MALUKU TENGAH (1414)

Masjid Wapauwe ini adalah masjid tertua di Maluku dan merupakan bukti sejarah Islam di Maluku pada masa lampau. Yang tidak kalah unik dan bersejarah dari masjid yang berada di Kaitetu, Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah ini adalah adanya Mushaf Alquran yang juga kabarnya termasuk tertua di Indonesia. Alquran yang dimaksud adalah Mushaf Imam Muhammad Arikulapessy yang selesai ditulis tangan pada 1550 tanpa hiasan pinggir, dan Mushaf Nur Cahya yang selesai ditulis pada 1590 dan juga tidak diberi hiasan pinggir.

MASJID MENARA KUDUS, JAWA TENGAH (1549)

Masjid Menara Kudus juga sering disebut dengan Masjid Al Aqsa atau Masjid Al Manar. Masjid ini dibangun pada 1459 oleh Sunan Kudus dengan menggunakan Baitul Maqdis dari Palestina sebagai batu pertama. Masjid ini adalah perpaduan antara gaya Islam dan Hindu. Hal ini terlihat dari bentuk menaranya yang unik seperti bangunan candi.

MASJID AMPEL, SURABAYA JAWA TIMUR (1421)

Masjid Ampel terletak di Kelurahan Surabaya, Jawa Timur. Masjid yang berukuran 120×180 meter persegi ini didirikan oleh Sunan Ampel pada 1421. Sunan Ampel yang meninggal tahun 1481 dimakamkan di sebelah barat masjid ini. Di Surabaya, bangunan ini sudah menjadi salah satu objek wisata religi. Masjid dan makam Sunan Ampel merupakan salah satu bangunan tua dan bersejarah di wilayah Surabaya. 16 tiang utama Masjid Ampel yang terbuat dari kayu jati tersebut masih tetap kokoh berdiri dari sejak pertama kali berdirinya. Hingga sekarang ini, Masjid Ampel sudah mengalami 3 kali perluasan yaitu tahun 1926, 1954, dan 1972.

MASJID AGUNG DEMAK, JAWA TENGAH (1474)

Masjid Agung Demak terletak di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Masjid ini dipercaya sebagai tempat berkumpulnya Walisongo atau ulama yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. Masjid Demak didirikan oleh Raden Patah, raja pertama Kesultanan Demak pada 1474. Selain masjid, di dalam lokasi kompleks Masjid juga terdapat beberapa makam raja-raja Kesultanan Demak dan Museum Masjid Agung Demak.

MASJID TUA PALOPO, SULAWESI SELATAN (1604)

Masjid Tua Palopo adalah masjid peninggalaan Kerajaan Luwu di Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Masjid ini didirikan pada tahun 1604 oleh Datu Payung Luwu XVI Pati Pasaung Toampanangi Sultan Abdullah Matinroe yang merupakan Raja Luwu. Pada masa awal pemerintahan Sultan Abdullah, ia memindahkan Ibu kota Kerajaan Luwu dari Patimang ke Ware Palopo atas pertimbangan teknis strategis pemerintahan dan pengembangan ajaran Islam. Agar bisa mendukung penyebaran Islam, maka didirikanlah masjid ini di tengah Kota Palopo yang terletak tidak jauh dari istana.

 

 

Login

Register

Login via : Atau melalui Email :
Registrasi via : Atau melalui Email :